TOPIK TERPOPULER
Craig Shakespeare pada jumpa pers Liga Champion di Stadion King Power, Leicester, 17 April 2017.
Ross Kinnaird/Getty Images
Craig Shakespeare pada jumpa pers Liga Champion di Stadion King Power, Leicester, 17 April 2017.

Craig Shakespeare, bukan William!

JUARA.net - Craig Shakespeare memang tidak ada hubungan kerabat dengan pujangga beken Inggris, William Shakespeare. Jika memang ada, percayalah, berita soal itu pasti sudah diungkit sejak Shakespeare ditunjuk menjadi Manajer Leicester City secara permanen pada 12 Maret lalu. 

Nama Craig Shakespeare masih menjadi manajer sementara Leicester City sejak 23 Februari pada hari Leicester melepas pria Italia bernama Claudio Ranieri.

Akan tetapi, Shakespeare, Craig bukan William, boleh saja menulis operanya sendiri.

Kisahnya tentu seputar The Foxes. Mungkin masih memakai tema "Cinderella Bagian ke-2".

Mengapa bagian ke-2? Bagian pertama adalah ketika Leicester menjadi juara Liga Inggris musim lalu.

Bagian Ke-2 berisi kisah Shakespeare mengawal Leicester di fase gugur Liga Champions.

Untuk sebuah klub debutan di Liga Champions, Jamie Vardy dan kawan-kawan masih bisa membuat kejutan.

Umumnya, klub debutan akan terkapar di fase grup. Bisa menang satu atau dua kali saja sudah sangat bagus. Namun, tidak demikian dengan Leicester.

Selama di fase grup, pasti banyak yang masih ingat Leicester menang empat kali, seri satu kali, dan kalah satu kali.

Satu kali kekalahan itu terjadi setelah Leicester memastikan diri lolos ke fase gugur.

Ketika itu, sentimen yang muncul adalah "Ah, lawan-lawan yang dihadapi bukan tim besar".

Di Grup G ada FC Brugge dari Belgia dan Kobenhavn asal Denmark. Keduanya memang berada di bawah level Premier League.

Lawan yang paling bisa dipandang dengan kedua mata adalah FC Porto, juara Liga Champions 2004, asal Portugal.

TOPIK :

Komentar