TOPIK TERPOPULER
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane dalam pertandingan La Liga antara Celta Vigo kontra Real Madrid di Estadio Balaidos, 17 Mei 2017.
OCTAVIO PASSOS/GETTY IMAGES
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane dalam pertandingan La Liga antara Celta Vigo kontra Real Madrid di Estadio Balaidos, 17 Mei 2017.

Zinedine Zidane dan 11 Galactico di Real Madrid

JUARA.net - La Quinta de los Machos. Gemanya barangkali tak sepopuler generasi emas Real Madrid lain, tetapi La Quinta de los Machos juga menjadi salah satu benchmark kesuksesan Los Blancos.

Penulis: Rizki Indra Sofa

Julio Cesar Iglesias dipahami sebagai sosok pemberi nama generasi spektakuler Real Madrid pada era 1980-an, La Quinta del Buitre.

Jurnalis kawakan El Pais itu yang pertama menerbitkan artikel dengan judul "Amancio y La Quinta del Buitre", persisnya pada 14 November 1983.

La Quinta mendeskripsikan lima bocah akademi Madrid: Emilio Butragueno, Manolo Sanchiz, Rafael Martin Vazquez, Michel, dan Miguel Pardeza.

Amancio adalah pelatih mereka di Real Madrid Castilla.

Saat artikel tersebut terbit, mereka berlima memang masih membela Castilla. Tulisan Julio sukses meningkatkan ketertarikan Alfredo Di Stefano, pelatih utama Madrid, untuk melirik kelima bocah brilian akademi tersebut.

Di akhir musim, RM Castilla menjuarai Segunda A Division untuk pertama kali. Itulah satu-satunya gelar mereka di kasta kedua!

Pada saat yang sama, semua personel La Quinta, kecuali Michel, memperoleh debutnya.

Musim berikut, Di Stefano mundur sebagai pelatih. Amancio dipromosikan ke tim utama. Amancio y Quinta del Buitre terealisasi di tim utama, bukan lagi di skuat Castilla.

Toh, generasi emas akademi itu baru mulai berjaya beberapa tahun berselang seiring kehadiran striker Meksiko, Hugo Sanchez.

Plus, kepindahan Pardeza dan Martin Vazquez, nama generasi emas itu juga sebetulnya turut berubah menjadi La Quinta de los Machos.

  • Penulis : Rizki Indra Sofa
  • Editor : Weshley Hutagalung
  • Sumber: Tabloid BOLA No.2.773
TOPIK :

Komentar