TOPIK TERPOPULER
Perayaan gol Fachrudin Aryanto saat timnas indonesia melawan Filipina pada partai kedua Grup A Piala AFF 2016 di Philippine Sports Stadium, Bulacan, Selasa (22/11/2016).
KUKUH WAHYUDI/JUARA
Perayaan gol Fachrudin Aryanto saat timnas indonesia melawan Filipina pada partai kedua Grup A Piala AFF 2016 di Philippine Sports Stadium, Bulacan, Selasa (22/11/2016).

Tim Nasional Milik Semua Masyarakat Indonesia

JUARA.net - Seorang rekan jurnalis menyampaikan pemikiran menarik beberapa waktu lalu. Katanya, seharusnya Batam memiliki stadion bertaraf internasional. Tidak perlu yang sangat besar, cukup berkapasitas 30 atau 40 ribu penonton.

Harapannya, dengan memiliki stadion internasional, klub-klub atau tim nasional top akan singgah di Batam saat mereka berkunjung ke Singapura.

Bisa untuk bertanding atau sebagai tempat pramusim sebelum misalnya tampil di turnamen International Champions Cup yang terkenal itu.

Jarak yang dekat antara Batam dan Singapura, sekitar 45 menit dengan feri, akan mempermudah akses tim-tim besar untuk singgah di Batam.

Awal pekan ini, saya berkunjung ke Batam. Stadion bertaraf internasional belum berdiri di sana. Namun, kabarnya pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berencana membangun stadion level internasional.

Hanya, bukan di Batam, melainkan di Dompak yang terletak di dekat ibu kota Provinsi Kepri, Tanjung Pinang, di Pulau Bintan.

Stadion internasional itu disiapkan untuk menggelar PON 2024. Kepri ingin menjadi tuan rumah pesta olahraga nasional.

ILUSTRASI: M. NASIR/BOLA

Kembali ke Batam. Di sana sebenarnya ada stadion sepak bola. Salah satunya saya kunjungi, yakni Stadion Gelora Citramas yang terletak di kawasan industri Citramas Group di Kecamatan Nongsa.

Kapasitas stadion hanya sekitar 1.500 penonton. Namun, Gelora Citramas terlihat memiliki lapangan yang mulus dan rata. Saat saya datang, lapangannya sedang dirawat.

TOPIK :

Komentar