TOPIK TERPOPULER
Gelandang timnas Jerman, Sandro Wagner, melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang San Marino dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Nuremberg, Jerman, (10/6/2017).
Christof STACHE/AFP
Gelandang timnas Jerman, Sandro Wagner, melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang San Marino dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Nuremberg, Jerman, (10/6/2017).

Australia Vs Jerman, Adu Strategi Baru

JUARA.net - Australia versus Jerman, duel dua tim yang tengah menjalani proses metamorfosis. Di Piala Konfederasi, kedua kubu bakal menyuguhkan permainan yang berbeda dari biasanya.

Penulis: Wieta Rachmatia

Bundesliga 2016/17 seakan menjadi era kebangkitan striker Jerman. Setidaknya ada tiga penyerang murni yang berhasil mencuri perhatian publik sepak bola dunia, yaitu Sandro Wagner, Timo Werner, dan Lars Stindl.

Sebagai pelatih, Joachim Loew tentu tak mau menyia-nyiakan sumber daya pemain yang dimiliki. Apalagi selama beberapa tahun terakhir, Jerman minim penyerang murni.

Di Piala Eropa 2016, skuat Die Mannschaft hanya membawa satu striker, yaitu Mario Gomez. Faktor usia dan cedera kerap membuat Gomez tak bisa tampil maksimal sehingga Loew seringkali menempatkan gelandang macam Thomas Mueller atau Mario Goetze sebagai ujung tombak.

Namun, di Piala Konfederasi 2017, Loew punya kesempatan bermain dengan dua bomber. Dalam uji coba kontra Denmark (6/6) dan Kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan San Marino (10/6), Jerman tampil dengan skema 3-5-2.

Untuk saat ini, Stindl dan Wagner yang dipercaya untuk menjadi duet di sektor depan Jerman.

"Satu hal penting yang saya pelajari selama beberapa tahun terakhir adalah kami membutuhkan perubahan baik dalam keadaan sukses atau tidak," tutur Loew dalam situs resmi Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB).

Loew bukan hanya berharap bisa menemukan bintang baru dalam eksperimen ini, tetapi juga strategi anyar yang bakal membuat Jerman sulit ditaklukkan.

Meski hanya menurunkan skuat lapis kedua, target Jerman tetap sama. Mereka ingin meraih gelar juara.

"Sulit untuk memprediksi bagaimana akhir sepak terjang kami karena tim ini minim kesempatan berlatih bersama," ungkap Loew.

"Anda bisa merasakan ambisi para pemain muda menyuguhkan yang terbaik. Akan tetapi, di Piala Konfederasi kami akan bertemu lawan yang notabene terbaik di benua mereka plus tim sukses macam Portugal dan Cile," lanjutnya.

Ekspresi pelatih Jerman, Joachim Loew, sebelum laga kontra Azerbaijan pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Baku, Minggu (26/3/2017).
Ekspresi pelatih Jerman, Joachim Loew, sebelum laga kontra Azerbaijan pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Baku, Minggu (26/3/2017).
KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP

Skema Baru

Perubahan skema juga terjadi di kubu Australia. Dalam empat penampilan terakhir, pasukan The Socceroos selalu bermain dengan formasi 3-4-3.

Gaya permainan baru Australia cukup efektif ketika menghadapi lawan dari Asia. Akan tetapi, formasi ini belum cukup ampuh untuk bisa mengalahkan Brasil.

Dalam laga uji coba terakhir kontra Tim Samba (13/6), Australia kalah dengan skor telak 0-4.

"Sesungguhnya, kami menjadi tim yang sangat bertenaga sekaligus berbahaya dengan formasi ini," tutur winger Australia, Mathew Leckie.

"Namun, tentu saja butuh waktu untuk menyempurnakan gaya bermain ini," imbuhnya.

Gelandang timnas Australia, Mathew Leckie, melakukan selebrasi seusai mencetak gol saat melawan Uni Emirat Arab dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Allianz, Sydney, Australia (28/4/2017).
Gelandang timnas Australia, Mathew Leckie, melakukan selebrasi seusai mencetak gol saat melawan Uni Emirat Arab dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Allianz, Sydney, Australia (28/4/2017).
MATT KING/GETTY IMAGES

Sementara itu, Australia dipastikan tampil tanpa kapten tim, Mile Jedinak. Gelandang milik klub Aston Villa ini terpaksa mengundurkan diri karena belum seratus persen pulih dari cedera pangkal paha.

"Kehilangan Mile merupakan kerugian besar," ucap pelatih tim nasional Australia, Ange Postecoglu. "Dia bukan hanya bagian penting dari lini tengah kami, melainkan juga seorang pemimpin. Akan tetapi, ia juga memiliki masalah yang sama sejak Natal," lanjutnya.

Sebagai pengganti Jedinak, Postecoglu memanggil James Jeggo. Berusia 25 tahun, Jeggo merupakan salah satu dari empat pemain debutan yang dibawa Postecoglu ke Rusia.

PRAKIRAAN FORMASI

AUSTRALIA (3-4-3): 12-Langerak (K); 2-Degenek, 20-Sainsbury, 8-Wright (B); 21-Luongo, 5-Milligan, 7-Leckie, 10-Kruse (G); 14-Troisi, 16-Behich, 4-Cahill (P). Cadangan: 1-Ryan, 18-Vukovic, 3-Gersbach, 6-McGowan, 9-Juric, 11-Maclaren, 13-Mooy, 15-Jeggo, 17-Hrustic, 19-McGowan, 22-Irvine, 23-Rogic. Pelatih: Ange Postecoglou.

JERMAN (3-5-2): 22-Ter Stegen (K); 18-Kimmich, 2-Mustafi, 3-Hector (B); 20-Brandt, 8-Goretzka, 14-Can, 7-Draxler, 15-Younes (G); 9-Wagner, 13-Stindl (P). Cadangan: 1-Trapp, 12-Leno, 4-Ginter, 5- Plattenhardt, 6-Henrichs, 10-Demirbay, 11-Werner, 16-Rudiger, 17-Sule, 19-Sane, 21-Rudy. Pelatih: Joachim Loew.

PREDIKSI

  • BOLA 45-55

TOPIK :

Komentar