TOPIK TERPOPULER
Pemain Cile, Eduardo Vargas (tengah) dan Arturo Vidal (kanan), mencoba berunding dengan wasit Damir Skomina dalam laga Grup B Piala Konfederasi kontra Kamerun di Stadion Spartak, Moscow, Rusia, pada 18 Juni 2017.
DEAN MOUHTAROPOULOS/GETTY IMAGES
Pemain Cile, Eduardo Vargas (tengah) dan Arturo Vidal (kanan), mencoba berunding dengan wasit Damir Skomina dalam laga Grup B Piala Konfederasi kontra Kamerun di Stadion Spartak, Moscow, Rusia, pada 18 Juni 2017.

Kontroversi Gol Kedua Cile Bukti Teknologi Membunuh Sepak Bola?

MOSCOW, JUARA.net - Pertandingan Grup B Piala Konfederasi antara Cile dan Kamerun di Stadion Spartak, Moscow, Minggu (18/6/2017), meninggalkan kontroversi.

Pertandingan tersebut dimenangi Cile dengan skor 2-0 berkat gol yang dicetak oleh Arturo Vidal (menit ke-81) dan Eduardo Vargas (90+1').

Hal menarik terjadi pada pengujung babak pertama ketika Vargas berhasil mencetak gol seusai menyambut umpan matang Vidal. Wasit Damir Skomina sempat mengesahkan gol tersebut sebelum membatalkannya karena fitur Video Assistant Referee (VAR) menunjukkan bahwa Vargas berada dalam posisi offside.

"Bagi saya, gol pertama memang offside. Ada sejumlah foto yang membenarkan keputusan tersebut," kata mantan wasit asal Cile, Ruben Selman, kepada La Tercera.

Akan tetapi, Selman menilai gol Vargas menjelang peluit panjang dibunyikan seharusnya juga dibatalkan lantaran Sanchez yang sebelumnya menerima bola telah berada dalam posisi offside.

Uniknya, VAR yang seharusnya bisa mendapat hasil tepat karena sudah menyaksikan tayangan ulang, malah salah dalam menarik kesimpulan. Damir Skomina pun mengikuti keputusan VAR dan mensahkan gol kedua Cile.

"Pada gol kedua Cile, Alexis sudah terperangkap offside. Keputusan yang akhirnya diambil sangat buruk," ujar Ruben Selman.

"Teknologi bisa berakibat fatal untuk sepak bola," tutur Selman.

Pria kelahiran 25 Juli 1963 beranggapan VAR membuat kebahagiaan dalam melakukan selebrasi gol terkikis.

"Ketika Anda harus menunggu beberapa menit, Anda akan kehilangan emosi untuk merayakan sebuah gol," kata Selman.

"Teknologi dapat membunuh sepak bola apabila setiap gol mesti dipastikan dengan tayangan ulang," ucap Salman.

Komentar senada disampaikan juru taktik Cile, Juan Antonio Pizzi.

"Sulit bagi perasaan pemain menerima penilaian VAR selama pertandingan," kata Pizzi.

"Terlepas dari keputusan VAR benar, tetap saja memberikan dampak kepada para pemain," ucap Pizzi.

Tiga poin membuat Cile nyaman di puncak klasemen sementara. Dua pesaing mereka lainnya, Australia dan Jerman baru akan bertarung pada Senin (19/6/2017) pukul 22.00 WIB.

Anda dapat menyaksikan tayangan eksklusif Piala Konfederasi 2017 di RTV.

 

  • Penulis : Septian Tambunan
  • Editor : Eris Eka Jaya
  • Sumber: La Tercera, FourFourTwo
TOPIK :

Komentar