TOPIK TERPOPULER
Selebrasi para pemain Jerman merayakan gol pertama mereka ke gawang Australia yang dicetak Lars Stindl di laga Grup B Piala Konfederasi 2017 di Stadion Olimpiade Fisht, Sochi, Rusia, pada Senin (19/6/2017).
BUDA MENDES/GETTY IMAGES
Selebrasi para pemain Jerman merayakan gol pertama mereka ke gawang Australia yang dicetak Lars Stindl di laga Grup B Piala Konfederasi 2017 di Stadion Olimpiade Fisht, Sochi, Rusia, pada Senin (19/6/2017).

Jerman Awali Piala Konfederasi 2017 dengan Kemenangan Tipis atas Australia

SOCHI, JUARA.net - Tim nasional Jerman yang tampil di Piala Konfederasi 2017 sebagai juara Piala Dunia 2014, mengawali perjalanan mereka di Grup B dengan kemenangan tipis 3-2 atas juara Asia, Australia, di Stadion Olimpiade Fisht, Sochi, pada Senin (19/6/2017).

Jerman memegang kendali jalannya pertandingan sejak menit pertama. Die Mannschaft mampu menguasai 59 persen penguasaan bola.

Jumlah penguasaan tersebut juga berbanding lurus dengan peluang yang tercipta. Jerman mampu melepaskan 15 tembakan yang enam di antaranya tepat sasaran, sedangkan Australia memiliki tujuh peluang dengan dua shots on target.

Jerman sudah berhasil mencetak gol dengan cepat pada menit kelima. Umpan silang datar dari Julian Brandt dari sisi kiri pertahanan Australia berhasil disambar Lars Stindl dengan sebuah sepakan keras.

Namun, gol cepat tersebut tidak menjadi pertanda bahwa Jerman bakal menang telak dan mudah atas Australia. Socceroos mampu membalas pada menit ke-41 melalui Tom Rogic.

Berawal dari kesalahan para pemain Jerman, bola berhasil di dapat pemain Australia di lini tengah. Rogic yang menerima bola di luar kotak penalti berhasil menaklukan kiper Bernd Leno melalui tembakan kedua setelah yang pertama mampu diblok Skhodran Mustafi.

Namun sebelum babak pertama usai, Jerman mampu kembali unggul berkat gol penalti Julian Draxler pada menit ke-44. Penalti itu didapat berkat pelanggaran yang dilakukan Massimo Luongo di area terlarang.

Pada babak kedua, Jerman mampu kembali mencetak gol cepat. Laga baru berjalan tiga menit atau menit ke-48, Die Mannschaft memperbesar keunggulan berkat sepakan jarak dekat Leon Goretzka dari sudut yang sempit memanfaatkan umpan Joshua Kimmich.

Namun, Australia kembali mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-56 melalui Tomi Juric. Striker klub Swiss, Luzern, itu sukses memanfaatkan kesalahan Leno dalam menangkap bola dan terlepas di mulut gawang sendiri.

Gol ini sempat membuat para pemain Jerman melakukan protes dan meminta wasit untuk menggunakan video assistant referee (VAR).

Kebijakan yang tengah menghadapi pro dan kontra itu pun akhirnya dilakukan wasit Mark Geiger karena adanya indikasi telah terjadi handball terlebih dahulu. Namun, wasit asal Amerika Serikat itu tetap mengesahkan gol tersebut.

Kedudukan 3-2 membuat laga berjalan sedikit memanas. Tetapi, kendali pertandingan tetap berada di tangan Jerman. Meski demikian, skor tersebut tidak berubah hingga akhir pertandingan.

Kemenangan ini membuat Jerman duduk di posisi kedua dengan tiga poin di bawah Cile yang unggul dalam produktivitas gol. Meski melegakan bagi para pendukung Jerman, hasil ini meninggalkan pekerjaan rumah bagi pelatih Joachim Loew.

Loew harus memperbaiki performa lini pertahanan Jerman. Pasalnya, dua tembakan tepat sasaran pertama yang dimiliki Australia semuanya berujung dengan gol.

Australia 2 - 3 Jerman (Tom Rogic 41', Tomi Juric 56'; Lars Stindl 5', Julian Draxler 44'-pen, Leon Goretzka 48')

Susunan pemain:

Australia: 1-Matthew Ryan, 16-Aziz Behich, 20-Trent Sainsbury, 8-Bailey Wright, 2-Milos Degenek, 5-Mark Milligan, 13-Aaron Mooy, 21-Massimo Luongo (10-Robbie Kruse 46'), 23-Tom Rogic (14-James Troisi 71'), 7-Mathew Leckie, 9-Tomi Juric (4-Tim Cahill 87')

Pelatih: Ange Postecoglou

Jerman: 12-Bernd Leno, 2-Shkodran Mustafi, 3-Jonas Hector, 16-Antonio Ruediger, 21-Sebastian Rudy, 7-Julian Draxler, 8-Leon Goretzka, 18-Joshua Kimmich, 13-Lars Stindl (14-Emre Can 78'), 9-Sandro Wagner (11-Timo Werner 57'), 20-Julian Brandt (17-Niklas Suele 63')

Pelatih: Joachim Loew

Wasit: Mark Geiger

TOPIK :

Komentar