TOPIK TERPOPULER
Bek AS Roma, Federico Fazio (kiri), berduel dengan penyerang Juventus, Gonzalo Higuain, dalam laga Serie A di Juventus Stadium, Turin, 17 Desember 2016.
VALERIO PENNICINO/GETTY IMAGES
Bek AS Roma, Federico Fazio (kiri), berduel dengan penyerang Juventus, Gonzalo Higuain, dalam laga Serie A di Juventus Stadium, Turin, 17 Desember 2016.

Federico Fazio, Penumbuh Mental Juara di Roma

ROMA, JUARA.net - Pada skuat AS Roma saat ini, tidak banyak pemain yang pernah merasakan menjadi juara ajang bergengsi dalam tiga musim terakhir. Salah satu pemain yang pernah merasakannya adalah Federico Fazio.

Penulis: Riemantono Harsojo

Fazio menjadi pemain utama Sevilla kala meraih trofi juara Liga Europa 2013-2014. Bek tengah asal Argentina ini tampil dalam 11 dari 15 partai Sevilla di Liga Europa musim tersebut, termasuk dua laga semifinal dan satu partai final.

Pada dua musim terakhir, Fazio kesulitan masuk tim utama, baik di Sevilla maupun di Tottenham Hotspur. Dalam dua musim, sang bek berusia 29 tahun ini hanya bermain 38 kali dari semua ajang yang diikuti dua klub tersebut.

Tidak selalu bermain setiap pekan pada musim 2014-2015 dan 2015-2016, Fazio pun diragukan dapat sukses ketika hijrah ke Roma pada Agustus 2016 dengan status pinjaman dari Spurs.

Namun, Fazio mampu membuktikan memiliki kemampuan yang dibutuhkan Roma. Sejak giornata 4 musim ini, pemain kelahiran Buenos Aires itu tidak tergantikan di jantung pertahanan I Giallorossi.

Sejak pertandingan pekan keempat melawan Fiorentina (18 September 2016), Fazio selalu tampil penuh dalam 16 pertandingan Roma di Serie A.

Dalam 16 penampilan tersebut, Fazio berkontribusi dalam enam pencapaian clean-sheet (tak kebobolan) tim. Dalam 16 partai itu, gawang Roma kebobolan 14 kali.

Satu Kartu Kuning

Kehadiran Fazio penting buat Roma. Dengan ukuran tinggi 195 cm, ia mengamankan pertahanan Roma dari ancaman serangan udara lawan. Data Opta menunjukkan, ia memenangi 51 dari 65 duel udara (78%).

Kaki panjang Fazio membuatnya sering sukses dalam melakukan tekel. Ia 26 kali sukses dalam melakukan tekel dari 35 kesempatan (74%). Fazio bagaikan tembok di pertahanan Roma.

Yang istimewa, dalam 1.476 menit penampilan dari 18 pertandingan dan 22 pelanggaran yang dilakukan, Fazio hanya sekali mendapat hukuman kartu kuning.

Kartu itu pun baru didapat sang bek pada pertandingan pekan lalu di kandang Genoa.

"Lapangannya buruk," kata Fazio memberikan alasan kepada Roma Radio soal kenapa dirinya akhirnya mendapat kartu kuning.

"Namun itu pertandingan yang harus kami menangi dan itulah yang terjadi," ujarnya.

Tidak tergantikan di jantung pertahanan Roma dan memiliki pengalaman menjadi kampiun, Fazio diharapkan dapat menumbuhkan mental juara pada skuat I Giallorossi.

"Menurut saya Roma kurang memiliki kebiasaan menang di setiap pertandingan. Kami harus menempatkan mentalitas ini di kepala. Di Serie A, kami harus percaya pada kemampuan kami. Begitu juga para fan. Tahun ini kami juga memiliki Liga Europa, kompetisi yang indah," ujar Fazio kepada Roma TV.

[video]http://video.kompas.com/e/5270944198001[/video]

  • Penulis : Tabloid Bola
  • Editor : Beri Bagja
  • Sumber: Tabloid Bola
TOPIK :

Komentar