TOPIK TERPOPULER
Eder (tengah) merayakan golnya ke gawang Udinese bersama Danilo D'Ambrosio (kiri) dan Marco Andreolli dalam laga Serie A pekan terakhir di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, 28 Mei 2017.
EMILIO ANDREOLI/GETTY IMAGES
Eder (tengah) merayakan golnya ke gawang Udinese bersama Danilo D'Ambrosio (kiri) dan Marco Andreolli dalam laga Serie A pekan terakhir di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, 28 Mei 2017.

Inter Milan Tak Butuh Striker!

JUARA.net - Tim Primavera Inter Milan memiliki prestasi yang berbanding terbalik dari tim senior pada musim 2016-2017. Tak tanggung-tanggung, pasukan U-19 I Nerazzurri mampu memenangi scudetto di kelasnya! 

Miris karena Mauro Icardi Cs saja bahkan tak sanggup memenuhi target untuk "cuma" meraih tiket ke Liga Europa dan malah terjerembap di posisi ketujuh klasemen Serie A. Lantas, apa yang menjadi faktor keberhasilan skuat belia Inter?

Tanpa mengesampingkan peran lini lainnya, pos striker patut mendapatkan sorotan utama. Andrea Pinamonti, Moussa Souare, dan Mouhamed Belkheir menjadi trio penyerang berusia 18 tahun yang menjadi andalan Inter Primavera.

Pinamonti menempati pole position dalam urusan mencetak gol. Total, dia sanggup mengemas 16 gol (1.669 menit). Souare menyusul di urutan kedua lewat perolehan 9 gol (922 menit).

Berbeda dari Pinamonti yang selalu dijadikan pelatih Stefano Vecchi sebagai penyerang tengah, Souare justru lebih sering dipercaya sebagai pemain sayap kiri. Membuntuti Pinamonti dan Souare adalah Belkheir dengan sumbangsih 7 gol (793 menit).

Dibandingkan dengan dua rekannya, Belkheir menjadi sosok yang paling banyak dicoba-coba oleh Vecchi. Selain mampu beraksi sebagai penyerang tengah dan pemain sayap kiri, dia juga pernah turun selaku penyerang lubang. Pencapaian hebat para pemain Inter U-19 ini tak lepas dari pantauan allenatore anyar tim senior, Luciano Spalletti.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Stefano Vecchi yang telah memenangi gelar bersama tim Primavera. Saya harap bintangbintang muda kita terus berprestasi,” kata Spalletti seperti dikutip Inter.it.

Eder

Musim lalu sebenarnya menjadi torehan tertajam kapten Mauro Icardi di kasta teratas Liga Italia dengan gelontoran 24 gol. Akan tetapi, beban menggetarkan jala musuh seolah dia pikul sendiri.

Kritik tajam layak diarahkan kepada Eder Martins, yang sekadar menceploskan delapan gol dari 1.468 menit penampilan (183,5 menit per gol). Pasalnya, Eder memang didatangkan dari Sampdoria untuk menambah pundi-pundi gol I Nerazzurri.

Efektivitas Eder pun berada di bawah trio attaccante muda Inter: Pinamonti (104,3 menit/gol), Souare (102,4 menit/gol), dan Belkheir (113,2 menit/gol). Uniknya, Pinamonti sempat bertarung di kompetisi paling elite Negeri Piza dalam dua laga selama 19 menit dengan menggantikan Eder saat menghadapi Empoli (12 Februari 2017) dan Lazio (21 Mei 2017).

Bukan tak mungkin Pinamonti menjadi pengganti Eder lagi, tapi kali ini secara permanen. Jadi, siapa yang harus dibeli Inter asuhan Spalletti untuk mengarungi musim depan?

Agaknya, Inter tak butuh striker baru.

TOPIK :

Komentar