TOPIK TERPOPULER
Nadia Anggraini, mendapatkan banyak pekerjaan rumah menjelang SEA Games Malaysia 2017.
TRIBUNNEWS
Nadia Anggraini, mendapatkan banyak pekerjaan rumah menjelang SEA Games Malaysia 2017.

Pulang Membawa PR

JUARA.net - Kejuaraan Atletik Thailand Terbuka 2017 menjadi bahan pertimbangan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) dalam memilih tim yang akan diterjunkan ke SEA Games (SEAG) Malaysia 2017, Agustus mendatang. Tim pelatih menilai masih banyak yang mesti dibenahi atlet atletik Indonesia mengingat sengitnya persaingan di level Asia Tenggara.

Penulis: Persiana Galih

Pada Senin-Jumat (12-16/6), 11 atlet Indonesia berada di Bangkok, Thailand, untuk melakoni kejuaraan tersebut. Namun, hingga Rabu (14/6), mereka baru menghasilkan dua perak.

Dua medali itu disumbang Nadia Anggraini di nomor lompat tinggi putri dan Atjong Tio Purwanto di nomor 3.000 meter halang rintang putra. Adapun atlet lompat jauh Indonesia, Suwandi Wijaya, hanya mampu duduk di peringkat enam.

Manajer tim sekaligus pelatih tim Indonesia, Agustinus Ngamel, mengatakan 11 atlet akan dievaluasi setelah turnamen.

"Hasil kejuaraan ini akan segera dievaluasi mengingat SEAG tak lama lagi. Kami sudah buatkan rekaman video agar PB PASI bisa membuat program tepat dengan memanfaatkan waktu tersisa menjelang SEAG," tutur Agustinus saat dihubungi BOLA lewat aplikasi ponsel pintar Whatsapp.

Sejauh ini ia menilai teknik dan fisik 11 atlet itu mesti kembali digodok. Soal mental bertanding, hal itu tidak lagi menjadi masalah para atlet.

Selain menjadi ukuran kualitas atlet, keikutsertaan Indonesia dalam kejuaraan itu pun bertujuan agar dapat mengukur kekuatan lawan di SEAG.

"Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura rata-rata mengirim hampir seluruh atlet SEAG-nya. Mereka masih memakai muka lama," tuturnya.

Mengingat negara-negara pesaing masih menurunkan muka lama, wajar jika PASI mesti memanfaatkan waktu dua bulan menjelang SEAG.

Pada SEAG 2015, Indonesia menduduki peringkat tiga dengan raihan 15 medali (tujuh emas, empat perak, empat perunggu). Di atas Indonesia masih ada Thailand dan Vietnam, yang masing-masing berhasil menyabet 39 dan 34 medali.

Kritik untuk Nadia

Pelatih Nadia, Siga Wino Wole, tak puas dengan hasil yang diraih atlet binaannya. Menurut dia, semestinya peraih rekor nasional lompat tinggi dengan catatan 1,79 meter itu mampu menyabet medali emas.

"Performa dia memang sedang menurun untuk ajang ini. Tapi, kami masih punya waktu untuk memperbaikinya," ujar Siga.

Masalah Nadia terdapat pada tiga langkah akhir sebelum melakukan lompatan. "Menurut Harry Marra (pelatih asal Amerika Serikat), tiga lompatan akhir Nadia belum efektif," ujarnya.

Harry merupakan sosok peraih Coaching Achievement Award 2016 versi Federasi Atletik Internasional (IAAF). Ia dikenal dekat dengan atlet-atlet Indonesia karena pernah bertandang ke pelanas dan memberikan pelatihan pada Februari 2017 di Stadion Pakansari, Cibinong.

TOPIK :

Komentar