TOPIK TERPOPULER
Atlet polo air Indonesia, Rezza Putra, saat berlaga pada final Sea Games 2015 OCBC Aquatic Centre, Singapura.
FERNANDO RANDY/BOLA/JUARA.NET
Atlet polo air Indonesia, Rezza Putra, saat berlaga pada final Sea Games 2015 OCBC Aquatic Centre, Singapura.

Ada Serbia antara Indonesia dan Singapura

JUARA.net - Indonesia dan Singapura sama-sama tengah memburu pelatih asal Serbia dalam rangka persiapan SEA Games (SEAG) 2017.

Penulis: Persiana Galih

Ketua Pembinaan Prestasi Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), Wisnu Wardhana, belum mau menyebutkan nama pelatih yang ia maksud. Namun, Wisnu mengklaim pelatih tersebut lebih memilih Indonesia daripada Singapura.

Dua pekan lalu, PRSI terbang ke Serbia untuk menemui langsung pelatih tersebut. Di sana secara kebetulan, mereka bertemu dengan pengurus Asosiasi Renang Singapura (SSA) untuk mendekati orang yang sama.

"Tapi, sebenarnya kesepakatan kami dengan pelatih itu sudah 95 persen. Kami tinggal menunggu konfirmasi dari Satlak Prima soal anggaran kontrak yang sudah diajukan," tutur Wisnu saat ditemui JUARA.

Ia tidak menampik bahwa pelatih tersebut memasang harga selangit. Singapura sebagai raja cabang polo air Asia Tenggara mungkin lebih mampu membiayainya.

Kendati begitu, Wisnu optimistis Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) akan menambah anggaran pelatih dalam rangka menyambut SEAG 2017.

"Serbia adalah juara dunia polo air, apalagi pada Olimpiade Rio kemarin mereka meraih medali emas. Terus terang, pelatih Serbia ini salah satu kandidat incaran kami sejak lama," kata Wisnu lagi.

Tak Ingin Pelatih Lokal

PRSI terlihat yakin Indonesia akan membawa keping medali emas pada SEAG 2017 jika benar-benar mendapatkan jasa pelatih tersebut. Mereka ingin membuat sejarah di level Asia Tenggara karena selama ini Indonesia hanya mampu membawa pulang medali perak (putra) dan perunggu (putri).

"Setelah melihat video permainan tim nasional kami, pelatih Serbia itu heran. Menurut dia, kami punya kemampuan yang sama dengan Singapura, tapi selalu tak beruntung saja," ujarnya.

Hal senada diungkapkan salah satu atlet polo air putra, Rezza Auditya. Menurut dia, pelatih asing diharapkan dapat membawa angin segar untuk tim nasional, yang selama ini prestasinya stagnan.

"Sejauh ini kami selalu menggunakan pelatih lokal dan hal itu tidak membawa perbaikan. Mungkin dengan pelatih asing, yang punya pengalaman di level internasional, kami bisa memperbaiki prestasi," tutur Rezza.

Dengan dimodali pelatih asing, otomatis tim nasional Indonesia wajib membawa pulang emas dari SEAG di Malaysia. Maklum, bukan duit murah untuk bisa mendapatkan jasanya.

Namun Rezza tak ingin menganggap kewajiban itu sebagai beban. Menurutnya, membawa medali emas dari polo air merupakan cita-citanya sejak lama sehingga dia tidak merasa terbebani.

 

TOPIK :

Komentar