Wawancara Eksklusif Bolanews Dengan Syamsir Alam

By Suryo Wahono - Selasa, 29 Januari 2013 | 19:25 WIB
Syamsir Alam
Peksi Cahyo/Bolanews
Syamsir Alam

Bolanews kedatangan bintang muda sepak bola Indonesia, Syamsir Alam. Setelah mencapai kesepakatan dengan CS Vise, pemain berusia 20 tahun itu kini berstatus pemain pinjaman DC United.

Syamsir Alam sedianya telah menandatangani kontrak hingga 2014 dengan klub asal Belgia, CS Vise. Namun, klub MLS, DC United yang salah satu pemiliknya merupakan pengusaha asal Indonesia, Eric Thohir, kepincut untuk meminjamnya hingga Desember 2013. Berikut petikan wawancara Bolanews pada Selasa (29/1).

Bisa ceritakan secara singkat tentang perjalanan karier Anda dari Penarol hingga akhirnya sekarang akan bermain untuk DC United?

Mungkin banyak orang menganggap saya tidak mengalami masa sulit. Namun, perjalanan karier saya sangat panjang. Sejak usia 10 tahun saya mulai main dari kampung ke kampung di Depok hingga ke Stadion Utama Gelora Bung Karno. Lalu, saya bersama beberapa anak lainnya berkesempatan melakukan latihan di Uruguay pada 2008 selama tiga tahun dan akhirnya bergabung dengan Atletico Penarol. Di sana saya bermain delapan kali dan mencetak tujuh gol. Setahun di Penarol, lalu saya bergabung dengan CS Vise dan menandatangani kontrak pada 2012 hingga 2014. Kemudian DC United tertarik untuk meminjam saya hingga akhir tahun ini.

Dari klub-klub yang pernah Anda bela, manakah yang paling berkesan?

Saya rasa atmosfer sepak bola di Uruguay sangat luar biasa, di sana sepak bola dianggap seperti agama. Pernah pada final Copa Libertadores, para suporter membawa bendera sepanjang 350 meter dan lebar 50 meter. Suporter di Amerika Latin memang nomor satu. Namun, menurut saya momen paling berkesan adalah berkesempatan untuk membela tim nasional.

Bermain di negeri orang, apakah selama ini ada hambatan dalam hal bahasa?

Dalam hal bahasa tidak ada masalah. Sebelum bergabung dengan Penarol, saya kan sudah berlatih tiga tahun di Uruguay, di sana berbahasa Spanyol dan saya cukup menguasainya. Sementara di Belgia mungkin agak sulit karena negara itu terbagi dua wilayah bahasa. Nah, Vise kebetulan berada di tempat yang berbahasa Prancis tapi sekarang saya sudah mulai mengerti pembicaraan mereka.

Apakah Anda optimistis mampu terobos skuad utama di DC United?

Setiap tim pasti sudah punya kerangka yang kuat, saya pemuda biasa yang akan baru bergabung tetapi saya akan berusaha untuk itu. Keyakinan harus selalu ada, walau waktunya pendek saya tetap berusaha sekuat tenaga dan pada akhirnya saya serahkan kepada Tuhan.



YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X