Pembekalan Jadi Jurnalis Bulutangkis Sesungguhnya

By Kukuh Wahyudi - Sabtu, 4 Mei 2013 | 22:53 WIB
Dede Isharudin sedang memaparkan materi.
Panitia PJBM 2013
Dede Isharudin sedang memaparkan materi.

Pelatihan Jurnalistik Bulutangkis Mahasiswa (PJBM) 2013 resmi digelar pada Sabtu, 4 Mei 2013 di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta. Total 128  mahasiswa dari 44 kampus belajar jurnalistik bulutangkis kepada wartawan senior Tabloid Bola dan juga mantan pebulutangkis nasional, Ricky Soebagdja.

Materi pertama adalah "Mengenal Bulu Tangkis" yang dibawakan oleh Kasubdid Humas dan Media Sosial PBSI, Ricky Soebagdja. Peserta sangat antusias mendengarkan paparan materi yang keluar dari mulut peraih emas Olimpiade Atlanta 1996 tersebut.

"Saya gak nyangka peserta bisa seantusias ini. Bisa akrab cepat. Hal ini yang saya harapkan, semoga program ini terus berjalan," papar Ricky Soebagja usai memberikan materi kepada peserta.

"Nantinya mereka bisa menjadi bagian dari media. Jadi sangat penting diajarkan lebih dini sehingga bisa jadi jurnalis yang baik," lanjut Ricky.

Selanjutnya materi "Jurnalistik Bulutangkis" oleh Broto Happy dan disambung oleh Erly Bagtiar yang membawakan materi Fotografi. Kemudian Peserta juga berkesempatan belajar tentang alur peliputan media oleh Redaktur Olimpik Bola, Dede Isharudin, dengan judul materi "Proses Menyajikan Liputan di Media Cetak".

Bagi Broto Happy, pelatihan ini menjadi modal bagi para peserta yang ingin terjun ke dunia jurnalistik. "Bila mereka ingin menjadi jurnalis bulutangkis, pelatihan ini bisa menjadi bekal awal untuk menambah pengetahuan dan cakrawala mereka tetang jurnalistik bulutangkis," ujar Broto Happy.

Tidak hanya materi soal berita, PJBM juga memberikan materi bagaimana cara kerja dalam melayout suatu naskah. Kepala artistik Bola, Sulistiyo, yang membawakan materi "Perjalanan Naskah dan Foto dalam Pembuatan Publikasi oleh Sulistiyo", memberikan informasi secara lengkap tetang alur dalam layout media cetak, khususnya Tabloid Bola.

Setelah mendengarkan dan berdiskusi selama lima materi diberikan, para peserta mengaku telah memetik pelajaran yang berharga. "Acara ini seru terus bermanfaat juga. Banyak ilmu baru yang didapat selain jurnalis dan fotografi, seperti layout," Jesika Nurmasari, mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

"Pembicara-pembicaranya juga lucu dan konyol, asik," lanjut Oktiani Hendrawati sambil tertawa, yang juga mahasiwa UNJ.

Pelatihan akan disambung pada 11 Mei dengan agenda praktek di Pelatnas Cipayung. Pada kesempatan itu para peserta akan terjun langsung untuk mencari berita dari para pemain pelatnas.

Di akhir pelatihan, 10 peserta terbaik akan mendapatkan kesempatan meliput Djarum Indonesia Open Premier Super Series di Jakarta, 10-16 Juni. Pengumuman dilangsungkan pada 30 Mei.



Editor : Kukuh Wahyudi

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X