Wawancara Dengan La Nyalla Soal Dana Timnas U-19

By Eko Widodo - Jumat, 8 November 2013 | 09:22 WIB
La Nyalla Mahmud Mattalitti
La Nyalla Mahmud Mattalitti

19 yang akan melaksanakan pemusatan latihan jangka panjang? Berikut petikan wawancara Fahrizal Arnas dari  Harian BOLA dari Surabaya dengan Ketua BTN sekaligus wakil ketua umum PSSI, La Nyalla.

Berapa estimasi anggaran yang dibutuhkan BTN untuk pembiayaan timnas U-19?

Yang jelas sangat besar, karena program pemusatan latihan yang kami canangkan sangat lama. Tapi saya tidak tahu berapa detail anggaran untuk membiayai timnas U-19 hingga Piala AFC U-19 di Myanmar berlangsung. Itu belum lagi kalau timnas lolos ke Piala Dunia U-20 pada 2015 mendatang. Di BTN, ada bidang yang mengurusi sendiri penyusunan anggaran.

Dari mana sumber dana sebesar itu untuk membiayai timnas?

Bagi saya tiba masa tiba akal. Yang pasti, tidak ada satu rupiah pun dana APBN yang kami dapatkan. Kami juga tidak menerima dana bantuan dari BUMN, karena sepak bola bukan termasuk cabor yang disertakan dalam kerjasama Menpora dengan beberapa BUMN.

Adakah pihak swasta yang terlibat?

Jelas, sumber dana PSSI saat ini hanya dari kerjasama dengan pihak swasta. Kami tidak mungkin bisa menjalankan semua program yang disusun BTN tanpa ada dukungan dari pihak lain. Karena itu, kami berterima kasih pada swasta yang sudah memberikan sumbangsihnya terhadap kemajuan sepak bola Indonesia.

Timnas U-19 sudah menunjukkan prestasinya, kenapa tidak ada upaya untuk mendesak pemerintah?

Kami tidak mau mendesak pemerintah. Kami ingin buktikan terlebih dahulu melalui prestasi. Setelah kami memiliki bukti, saya yakin dukungan dari masyarakat itu akan datang dengan sendirinya. Saat ini, kami sedang mendorong sepak bola Indonesia untuk meraih banyak gelar prestisius. Agar sepak bola Indonesia bisa mengharumkan nama bangsa.

Bukankah gelar Piala AFF U-19 sudah seharusnya mendapat apresiasi dari pemerintah?

Saya tidak mau koar-koar soal itu. Biarkan masyarakat yang menilai layak atau tidak timnas U-19 mendapat bantuan dari pemerintah. Semua saya kembalikan ke masyarakat dan pemerintah.



Editor : Fahrizal Arnas

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X