ABL 2017-2018 - Kekalahan Beruntun CLS Knights di GOR Kertajaya

By TB Kumara - Kamis, 22 Februari 2018 | 12:58 WIB
Poin Guard CLS Knights Indonesia, Mario Wuysang (kiri) berhadapan dengan pemain Mono Vampire pada laga lanjutan ASEAN Basketball League (ABL), Rabu (21/2/2018) malam di GOR Kertajaya Surabaya.
TB KUMARA/BOLASPORT.COM
Poin Guard CLS Knights Indonesia, Mario Wuysang (kiri) berhadapan dengan pemain Mono Vampire pada laga lanjutan ASEAN Basketball League (ABL), Rabu (21/2/2018) malam di GOR Kertajaya Surabaya.

CLS Knights Indonesia harus mengakui ketangguhan tamunya, Mono Vampire Thailand dengan skor 80-86 pada laga lanjutan ASEAN Basketball League (ABL) 2018 di GOR Kertajaya Surabaya, Rabu (21/2/2018).

Sempat unggul di kuarter pertama dengan skor 20-14 juga di kuarter kedua dengan skor tipis 37-30. Namun, pada kuarter ketiga, CLS Knights Indonesia harus mengakui keunggulan Mono Vampire dengan skor 57-60.

Selanjutnya, pada kuarter akhir atau ke empat CLS Knights Indonesia mencoba untuk bangkit, saling kejar skor. Namun, pada menit akhir Mono Vampire mampu unggul dengan skor 86-80.


Pemain asing CLS Knights Indonesia, Charles Jensen berusaha lepas dari hadangan dua pemain Mono Vampire pada laga lanjutan ASEAN Basketball League (ABL), Rabu (21/2/2018) malam di GOR Kertajaya Surabaya.(TB KUMARA/BOLASPORT.COM)

Pelatih CLS Knights Indonesia Koko Heru Setyo Nugroho mengatakan angkat topi untuk lawan yang bermain bagus. Kekalahan tadi sangat membekas bagi dirinya juga bagi pemain.

Baca Juga:

Koko juga mengakui jika ABL musim ini berbeda saat dirinya masih di Laskar Driya. Musim ini, ada tim dari China, Taiwan dan Hongkong. Levelnya juga lebih tinggi dengan liga lokal, hal itu membuat pemain lokal harus memiliki improve untuk lebih giat berlatih.

"Kami akan mempersiapkan kerangka tim untuk musim depan. Semua aspek harus dibenahi, pemain impor harus ada chemistry diawal, demikian juga dengan pemain lokal," kata Koko Heru usai laga, Rabu (21/2/2018) malam.

Mantan asisten pelatih CLS Knights di IBL tahun lalu ini melanjutkan mungkin fans basket Indonesia saat ini hanya bisa melihat CLS kalah dan menginginkan dia sebagai pelatih keluar.

"Tapi, mereka tidak tahu sejarah ABL, dimana timnya rata-rata sudah banyak pengalaman," ujar Koko.



Editor : Delia Mustikasari
Sumber : BolaSport.com

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X