Arsenal Butuh Banyak Uang untuk Pertahankan Oezil

By Ade Jayadireja - Selasa, 18 Oktober 2016 | 02:42 WIB
Aksi Mezut Oezil saat laga Premier League antara Arsenal melawan Swansea City di Emirates Stadium tanggal 2 Maret 2016, London, Inggris.
RICHARD HEATHCOTE/GETTY IMAGES
Aksi Mezut Oezil saat laga Premier League antara Arsenal melawan Swansea City di Emirates Stadium tanggal 2 Maret 2016, London, Inggris.

Manajer Arsenal, Arsene Wenger, tak memungkiri bahwa timnya memerlukan banyak uang guna mempertahankan salah satu aset berharga mereka, Mesut Oezil.

Saat ini, Oezil menerima 140.000 pounds (Rp 2,2 miliar) per pekan. Nominal tersebut menjadikan ia sebagai pemain termahal di Emirates Stadium.

Gelandang timnas Jerman itu dikabarkan meminta naik gaji sampai 200.000 pounds andai Arsenal ingin memperbarui kontraknya yang akan berakhir pada 2018.

Wenger meyakini Oezil adalah pemain loyal. Kendati demikian, ia tetap merasa Arsenal butuh banyak uang agar membuat sang pemain senang dengan gaji yang lebih tinggi dibanding saat ini.

Baca juga:

"Saya pikir dia tidak perlu diyakinkan. Dia ingin bertahan. Akan tetapi, kalau kalian punya banyak uang, beri tahu saya," ucap Wenger dikutip Telegraph.

"Perkara ini bukan cuma soal uang. Tentu saja Arsenal bisa memenangi gelar, tetapi kami perlu menunjukkan itu," kata Wenger lagi.

Negosiasi kontrak antara The Gunners dan Oezil masih berlangsung sampai sekarang. Wenger memilih bungkam saat diminta informasi terkini soal hal tersebut.

"Kami akan tetap merahasiakannya. Jika waktunya tepat, kami akan bicara," ujar pria asal Prancis itu.

Andai pergi dari Arsenal, Oezil punya banyak opsi. FC Barcelona, Bayern Muenchen, dan Manchester United sempat dikabarkan meminati eks pilar Real Madrid itu.



Editor : Aloysius Gonsaga
Sumber : Telegraph

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X