Tiga Isu Pokok di Nomor Ganda Putri Indonesia

By Nestri Yuniardi - Jumat, 19 April 2019 | 21:42 WIB
Pasangan ganda putri Indonesia, Ni Ketut Mahadewi Istarani, mengembalikan kok ke arah Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada babak kedua Malaysia Open 2019 di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (4/4/2019).
BADMINTON INDONESIA
Pasangan ganda putri Indonesia, Ni Ketut Mahadewi Istarani, mengembalikan kok ke arah Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada babak kedua Malaysia Open 2019 di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (4/4/2019).

JUARA.net - Ada tiga isu pokok di tim ganda putri Indonesia, seperti diungkap oleh Pelatih ganda putri IndonesiaEng Hian.

Para pemain ganda putri Indonesia boleh dikatakan mempunyai teknik sepadan dengan negara-negara rival seperti Jepang maupun China.

Hanya saja, beberapa masalah fisik maupun stamina dianggap masih menjadi PR besar bagi sektor didikan Eng Hian tersebut.

Baca Juga : Ketua Asosiasi Bulu Tangkis China Tanggapi Sektor Putri yang Dianggap Melempem

Dilansir JUARA.net dari Kompas.com, Eng Hian pun mengakui kelemahan tersebut.

Pelatih berusia 41 tahun tersebut menyoroti beberapa titik lemah dari ganda putri Indonesia.

Dia membandingkan bahwa ada tiga aspek yang membuat ganda putri Indonesia masih tertinggal dari ganda putri Jepang, China, maupun Korea.

"Pertama, jelas saya lihat dari kekuatan, kecepatan dan daya tahan. Negara-negara itu sudah bawaan (memilikinya)," tutur Eng Hian.

"Sedangka, pemain kita memang dari kecil hanya dilatih skill, tidak dibina kecepatan dan kekuatannya dari klub. Ini yang kita keteteran," imbuh dia.

"Kalau tiga negara tadi, kecepatan, kekuatan dan daya tahan ototnya sudah dibentuk waktu masih di klub. Jadi, ketika di lapangan tinggal pembentukan pola permainan saja," kata dia lagi.


Editor : Firzie A. Idris
Sumber : BolaSport.com

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X