PB Djarum: Audisi Dihentikan, Akan Ada Banyak Cerita Heroik yang Hilang

By Firzie A. Idris - Senin, 9 September 2019 | 20:59 WIB
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, saat berbicara kepada anchor KompasTV, Aiman Witjaksono, di acara Sapa Indonesia Malam, Senin (9/9/2019).
KOMPASTV
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, saat berbicara kepada anchor KompasTV, Aiman Witjaksono, di acara Sapa Indonesia Malam, Senin (9/9/2019).

JUARA.net - Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menekankan kalau akan banyak cerita heroik yang hilang apabila Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis dihentikan.

Yoppy Rosimin mengatakan bahwa ada beberapa alternatif setelah PB Djarum memutuskan untuk berhenti melakukan Audisi Umum mulai tahun depan seiring tekanan dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dan pihak-pihak terkait.

Ia pun menekankan tekad PB Djarum untuk tetap terlibat dalam ekosistem pengembangan bulu tangkis seperti yang telah mereka lakukan kala memulai Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis pada 2006.

"Banyak solusi lain, Audisi Umum adalah salah satu. Ekosistem bulu tangkis harus dijaga, jangan sampai ada mata rantai yang putus. Kita punya kewajiban untuk menjaga itu. Kita yang memulai pada 2006," ujarnya dalam acara Sapa Indonesia Malam di KompasTV, Senin (9/9/2019).

"Ada banyak talenta dari berbagai daerah. Apabila dihentikan, pencarian bibit kembali ke cara tradisional, perburuan ke turnamen-turnamen, perburuan ke klub-klub."

Akan tetapi, menurutnya bakal ada kisah-kisah yang hilang apabila audisi tersebut tak lagi berlanjut.

"Audisi itu massal, pengumuman kami sebar secara massal lewat televisi dan semua akan mendengar."

"Apabila Audisi Umum ini hilang, akan ada banyak cerita-cerita heroik yang akan hilang. Kita tak akan lagi melihat orang-orang dari Lubuk Linggau, Meulaboh, dari Parigi Moutong," tuturnya lagi.

"Akan hilang, karena secara ekonomi belum tentu bisa ikut turnamen," ujarnya.



Editor : Firzie A. Idris
Sumber : KompasTV

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X