Formula E 2019-2020 Dinilai Bakal Lebih Eksplosif, Jakarta Kebagian Serunya

By Firzie A. Idris - Selasa, 12 November 2019 | 20:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam jumpa pers Formula E 2020 seri Jakarta di Monas, Jumat (20/9/2019).
DIMAS WAHYU INDRAJAYA/BOLASPORT.COM
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam jumpa pers Formula E 2020 seri Jakarta di Monas, Jumat (20/9/2019).

JUARA.net - Para pembalap Formula E berharap akan dapat menikmati lebih banyak aksi menyalip pada musim 2019-2020.

Formula E 2019-2020 bakal bergulir dengan balapan di Ad-Diriyah, Arab Saudi, pada 22 dan 23 November 2019.

Jakarta akan menggelar seri ke-10 balapan tersebut pada 6 Juni 2020.

Mulai musim, depan, para pembalap akan menikmati tambahan tenaga 10kW menjadi 235 kW pada "Attack Mode" agar dapat menyerang pembalap lain dengan lebih agresif.

Baca Juga: Duel Tinju Bersejarah untuk Daud Yordan di Kota Batu

Sebagai tambahan, mobil-mobil akan kehilangan sekian persen energi ketika balapan tengah berhenti ketika bendera kuning atau safety car keluar.

Jadi, mereka harus bisa menghemat tenaga lebih banyak ketimbang musim lalu untuk mencapai target.

"Dinamika perlombaan akan berubah. Mereka akan menjadi jauh lebih efisien dengan energi karena race director dapat mengurangi jumlah kW ketika safety car keluar," tutur Lucas di Grassi, pembalap Audi Sport ABT Schaffler, seperti dikutip JUARA.net dari MotorSport.com.

"Para pilot tak akan bisa menggunakan semua tenaga mereka seperti sebelumnya."

"Sebuah safety car tak dapat lagi menyelamatkan Anda, jadi dinamika balapan akan berubah sedikit," lanjutnya.



Editor : Firzie A. Idris

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X