SEA Games 2019 - Lifter Indonesia Gagal Emas, Menyesali Keputusan Masa Lalu

By Delia Mustikasari - Minggu, 1 Desember 2019 | 17:16 WIB
Lifter putri Indonesia, Lisa Setiawati, ditenangkan waketum PB PABBSI Djoko Pramono setelah gagal meraih medali emas di kelas 45 kg ajang SEA Games 2019 di Aquino Stadium, Filipina, Manila, Minggu (1/12/2019).
DELIA MUSTIKASARI/BOLASPORT.COM
Lifter putri Indonesia, Lisa Setiawati, ditenangkan waketum PB PABBSI Djoko Pramono setelah gagal meraih medali emas di kelas 45 kg ajang SEA Games 2019 di Aquino Stadium, Filipina, Manila, Minggu (1/12/2019).

JUARA.net - Lifter putri asal Indonesia, Lisa Setiawati, mengungkapkan penyesalannya atas keputusan yang terjadi pada masa lalu setelah ia hanya dapat meraih medali perak di kelas 45 kg SEA Games 2019, Minggu (1/12/2019).

Laporan Delia Mustikasari dari Manila, Filipina

Lisa Setiawati mengangkat beban 73 kilogram dan pada angkatan clean and jerk ia menorehkan angka 96 kilogram pada pertandingan yang diadakan di Rizal Memorial, Aquino Stadium, tersebut.

Ia mengatakan terpaksa memilih berat 100 kg pada percobaan terakhir clean and jerk dan tak berhasil.

"Jika pada angkatan snatch saya bisa 75 kg atau 76 kg di angkatan ketiga saya bisa menyusul atau bahkan menyamai Vietnam," kata Lisa seusai pertandingan. 

Baca Juga: Kala Mike Tyson Membalaskan Dendam Muhammad Ali ke Muridnya

Lisa gagal melewati angkatan Vuong Thi Huyen (Vietnam) yang menorehkan total angkatan 172 kilogram dari 77 kg (snatch) dan 95 kilogram (clean and jerk) untuk medali emas.

Adapun medali perunggu didapat Mary Flor Diaz (Filipina) dengan total angkatan 159 kilogram (snatch 70 kg) dan (clean and jerk 89 kg).

"Ternyata pada angkatan ketiga clean and jerk saya juga harus mati-matian karena tertinggal 5 kg dari Vietnam. Jadi, mau tidak mau saya kejar demi dapat medali emas. Tidak bisa tidak," ucap Lisa.

Selanjutnya, Lisa mengatakan bahwa ini merupakan SEA Games pertama sekaligus terakhir baginya. Ucapannya tersebut dibalas Manajer tim angkat besi dengan kalimat, "usia hanyalah angka".



Editor : Firzie A. Idris

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X