Jadwal Belum Jelas, Presiden BWF Malah Bahas Sistem Kontroversial

By Fiqri Al Awe - Senin, 20 April 2020 | 11:25 WIB
Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Poul-Erik Hoyer, kembali bahas wacana sistem skor kontroversial.
djarumbadminton.com
Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Poul-Erik Hoyer, kembali bahas wacana sistem skor kontroversial.

JUARA.NET - Ditengah ditundanya turnamen bulu tangkis dunia, Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer Larsen membahas wacana perubahan sistem skor yang kontroversial.

Wacana gila BWF ini sebenarnya sudah sempat bergaung 2018 lalu.

Namun, karena dinilai terlalu kontroversial maka wacana terkait sistem skor tersebut akhirnya tidak pernah terwujud.

Adalah Lin Dan dan juga Viktor Axelsen dua atlet bulu tangkis yang langsung menolak perubahan sistem kontroversial tersebut.

"Saya tidak suka. Saya tidak berpikir membuat peribahan seperti itu akan berdampak bagus bagi permainan bulu tangkis. Saya tidak merasa ada yang salah dengan sistem skor yang sekarang," ucap Lin Dan dilansir dari The Star.

"Itu akan menjadi pertarungan yang lembek dan membosankan. Saya suka dan menikmati pertarungan yang menguras fisik," ungkap Viktor Axelsen.

Baca Juga: Kejar Target Juara Liga 1 2020, Persib Siapkan Program Latihan Ramadan

BWF memang sempat menguarkan ide kontroversial dengan mencanangkan wacana sistem skor 11x5 tersebut.

Dilansir Juara.net dari SportTV2 Denmark, menurut Hoyer Larsen sistem skor 11x5 dapat memperkaya gaya permainan dari olahraga yang satu ini.

Hoyer Larsen yang merupakan mantan pemain tunggal putra Denmark juga menganggap sistem skor ini dapat meningkatkan persaingan yang ada.

"Ada satu hal yang saya pikirkan, saya ingin mengubah sistem skor sekarang ini," ungkapnya.

"Saya rasa selama ini kita terlalu kuno, kita jadi stagnan," imbuhnya.

Baca Juga: Episode Baru Hubungan Lorenzo dan Rossi, Dulu Saingan Kini Kian Hangat jadi Rekan

Meski banyak dikecam, sepertinya Hoyer Larsen tetap akan bersikeras mewujudkan sistem kontroversial tersebut.

"Saya masih harus membutuhkan dua atau tiga suara besar untuk mewujudkannya. Saya sebenarnya sudah dapat dukungan secara pribadi, tapi saya tidak yakin itu bisa cukup," ungkapnya.

"Kalau saya sendirian, sepertinya akan sulit," imbuh pria pemegang medali emas Olimpiade tersebut.

Sebelumnya, pada tahun 2018 lalu sempat dilakukan pertemuan membahas wacana BWF ini di Bangkok.

Dalam pertemuan tersebut dari total 168 responden, 123 responden yang kebanyakan dari Asia menolak hal tersebut.

Akhirnya BWF tidak jadi mencanangkan wacana sistem skor kontroversial tersebut.

Baca Juga: Meski Sama-sama Pernah Membela Manchester United, David Beckham Lebih Pilih Messi Ketimbang Ronaldo



Editor : Imadudin Adam
Sumber : Thestar.co.my,Sport.tv2.dk

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X