TOPIK TERPOPULER
Pebalap Mercedes, Valtteri Bottas (mobil warna perak, kanan), sebelum ditabrak Sebastian Vettel (Ferrari) di tikungan 1 Sirkuit Paul Ricard yang menjadi arena balap GP Prancis 2018 pada ajang Formula 1 (F1), Minggu (24/6/2018).
BORIS HORVAT/AFP
Pebalap Mercedes, Valtteri Bottas (mobil warna perak, kanan), sebelum ditabrak Sebastian Vettel (Ferrari) di tikungan 1 Sirkuit Paul Ricard yang menjadi arena balap GP Prancis 2018 pada ajang Formula 1 (F1), Minggu (24/6/2018).

Total Biaya 16 Juta Dollar AS Dibayarkan Seluruh Tim F1 untuk Ikut Musim Balap 2019

JUARA.NET - Seluruh tim peserta Formula 1 (F1) telah menggelontorkan dana mencapai lebih dari 16 juta dollar AS (sekitar Rp 234,6 miliar) untuk mengikuti kompetisi balap tahun 2019.

Sejak tahun 2013, sistem biaya masuk F1 mengalami perubahan. Setiap tim diwajibkan membayar tarif datar 516.128 dollar AS yang mengacu kepada US CPI (indeks harga konsumen), ditambah skala keberhasilan mereka di klasemen konstruktor.

Pada F1 2017, Mercedes selaku tim juara konstruktor diharuskan membayar biaya sebesar 4.653.720 dollar AS setelah menorehkan 668 poin.

Tahun ini, Mercedes memperoleh 655 poin. Artinya, dana yang harus mereka keluarkan terhitung lebih sedikit ketimbang 2017, yakni 4.573.198 dollar AS.

Jumlah tersebut menjadi biaya terendah yang pernah dibayarkan Mercedes sejak 2014. Mereka pernah menggelontorkan uang hingga 5,2 juta pada 2016.

Adapun Scuderia Ferrari justru mengalami peningkatan pembayaran meski hanya menempati posisi runner-up klasemen konstruktor.

Pada edisi 2017, Ferrari memperoleh 522 poin dan harus mmebayar 3.210.170 dollar AS. Adapun tahun ini, mereka meraih 571 poin sehingga dana yang harus dibayar pun naik menjadi 3.463.059 dollar AS.

Peningkatan biaya pembayaran juga dialami Haas, McLaren, Sauber. Sementara itu, Toro Rosso dan Williams mengalami penurunan.

Berikut ini biaya masuk tim F1 pada 2018 dan 2019

(Tim: biaya masuk 2019/biaya masuk 2018)

Mercedes: $4,573,198 / $4,653,720

Ferrari: $3,463,059 / $3,210,170

Red Bull: $2,678,587 / $2,415,376

Renault: $1,145,770 / $810,305

Haas: $996,101 / $758,695

McLaren: $836,110 / $670,958

Racing Point: $784,500 / $1,481,235* (sebelumnya Force India)

Sauber: $763,856 / $541,933

Toro Rosso: $686,441 / $789,661

Williams: $552,255 / $944,491

Total: $16,479,877 / $16,276,544

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Jurnalis olahraga senior, Weshley Hutagalung, mempertanyakan peran media dalam mengungkap dugaan pengaturan skor pada sepak bola Indonesia. Kurang aktifnya media dalam melakukan investigasi mendalam dinilai Weshley Hutagalung sebagai salah satu penyebab sulitnya pengungkapan praktik kotor ini. Pria yang akrab disapa Bung Wesh itu menilai pemberitaan media saat ini kerap luput untuk menyajikan 'why' dan 'how' terhadap suatu topik. "Saya jadi wartawan sejak 1996, pernah bertemu dengan beberapa orang pelaku sepak bola sampai wasit. Kasihan dari tahun ke tahun, federasi (PSSI) mewarisi citra buruk," kata Weshley Hutagalung dalam diskusi PSSI Pers di Waroeng Aceh, Jumat (30/11/2018). "Pertanyaannya, wartawan sekarang itu ingin mendengar yang saya mau atau yang saya perlukan? Kemudian muncul karya kita. Lalu masyarakat juga memilih (informasi)," ujarnya. Ditambahkannya, fenomena ini terjadi karena perubahan zaman terhadap gaya pemberitaan media akibat permintaan dan tuntutan redaksi yang kini mengutamakan kuantitas dan kecepatan. Pria yang wajahnya sudah akrab muncul sebagai pundit sepak bola pada tayangan sepak bola nasional ini sedikit memahami perubahan zaman, meski tetap mempertanyakan peran media. "Dulu kami punya waktu untuk investigasi dan analisis, sekarang tidak. Kemana aspek 'why' dan 'how' atas peristiwa ini?" tuturnya mempertanyakan. "Sekarang malah adu cepat. Ditambah lagi sekarang ada media sosial, sehingga media massa bukan lagi menjadi sumber utama informasi terpercaya," ucapnya miris. #pssi #journalist #sportjournalist #matchfixing

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on 

TOPIK :

Video Pilihan

Komentar