TOPIK TERPOPULER
Pebalap Movistar Yamaha MotoGP dari Spanyol, Maverick Vinales, berdiskusi dengan tim mekaniknya di sela latihan bebas kesatu GP Aragon di MotorLand Aragon, Alcaniz, Spanyol, Jumat (22/9/2017).
JAVIER SORIANO/AFP PHOTO
Pebalap Movistar Yamaha MotoGP dari Spanyol, Maverick Vinales, berdiskusi dengan tim mekaniknya di sela latihan bebas kesatu GP Aragon di MotorLand Aragon, Alcaniz, Spanyol, Jumat (22/9/2017).

Maverick Vinales: 2017 adalah Tahun Paling Menderita

JUARA.NET - Pebalap MotoGP asal Spanyol, Maverick Vinales, menilai debutnya bersama tim Movistar Yamaha pada 2017 menjadi periode karier terburuknya sepanjang masa.

Vinales yang digadang-gadang bakal menjadi kompetitor kuat ternyata cuma bisa menyelesaikan musim balap 2017 di urutan ketiga, di belakang Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati).

Padahal, di awal musim, Vinales sempat menunjukkan prospek yang bagus dengan memenangi dua seri pertama, GP Qatar dan GP Argentina.

Vinales juga sempat memimpin klasemen sementara pasca-memenangi GP Prancis dan menjadi runner-up pada GP Italia.

Namun, momentum itu rusak ketika balapan di Catalunya digelar. Vinales hanya bisa finis di urutan ke-10 dan sejak itu tak mampu lagi bangkit.

"Menurut saya, tahun ini adalah tahun yang paling menderita dalam karier saya. Saya memulai musim dari posisi atas dan sempat meyakini bahwa saya akan sulit dikalahkan oleh yang lain. Saya merasa sangat kuat," ucap Vinales yang dilansir dari Tuttomotoriweb.

"Kemudian, semua berubah dan ketika sampai di Valencia, saya sangat lelah dan mental saya betul-betul telah teruji," kata Vinales lagi.

Vinales meraih hasil cukup bagus pada GP Valencia, yakni finis di urutan ketiga. Akan tetapi, hal itu tidak cukup untuk mendongkrak posisinya di klasemen akhir pebalap.

Pada akhir musim balap MotoGP 2017, pebalap 22 tahun itu mengumpulkan 230 poin. Sementara itu, Marquez tampil sebagai juara dunia MotoGP untuk kali keempat dengan raihan 298 poin.

TOPIK :

Komentar