TOPIK TERPOPULER
Valentino Rossi saat menjalani sesi latihan bebas di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Jumat (13/7/2018).
DOK. MOTOGP
Valentino Rossi saat menjalani sesi latihan bebas di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Jumat (13/7/2018).

Keluhan Tak Kunjung Direspons Yamaha, Valentino Rossi Jengah

JUARA.NET - Pebalap senior MotoGP, Valentino Rossi, mengaku kecewa dengan sikap Yamaha dalam menanggapi keluhannya.

Pemegang sembilan gelar juara dunia itu mendapatkan hasil yang kurang memuaskan saat sesi latihan bebas MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Jumat (13/7/2018).

Meski sempat berada di posisi kedua saat FP1, Valentino Rossi kemudian merosot ke posisi ke-17 pada saat FP2.

Pebalap berjulukan The Doctor itu lantas menyebut jika masalah elektronika sebagai biang penyebab jebloknya performa dirinya saat FP2, yang mana masalah ini sudah terjadi sejak musim lalu.

"Itu adalah situasi yang sulit karena bagi saya, kami telah mengalami masalah ini sejak Agustus 2017 dan saya telah mengatakan tentang hal itu beberapa kali," kata Valentino Rossi dikutip BolaSport.com dari Crash.

Baca juga: Maverick Vinales Tetap Frustrasi meski Sudah Menjiplak Pengaturan Milik Jonas Folger

Hampir satu tahun berlalu, Rossi menilai jika pabrikan asal Iwata itu tidak membuat perkembangan yang memuaskan.

Padahal, Yamaha sudah mengetahui biang permasalahan yang selama ini dihadapi adalah masalah pada unit kontrol mesin (ECU) produksi Magneti Marelli.

"Pada saat ini, bahkan sekarang Juli 2018, kami tidak mencoba apa-apa. Kurang lebih kami seperti tahun lalu," ujar Rossi.

"Jadi kami harus optimistis dan berharap kami bisa mencoba sesuatu. Karena untuk saya pribadi, saya katakan berkali-kali ke Yamaha, masalahnya sangat jelas (elektonika)," tuturnya.

Rossi dan rekan satu timnya, Maverick Vinales, berharap jika permasalahan pada elektronika teratasi saat tes di Sirkuit Brno pada Agustus mendatang.

Yamaha sudah tidak memenangkan balapan selama satu tahun, dimana terakhir kali meraih kemenangan saat balapan di Sirkuit Assen, Belanda, tahun lalu.

TOPIK :

Video Pilihan

Komentar