TOPIK TERPOPULER
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berbicara di hadapan para awak media pada sela acara diskusi yang diadakan Harian Kompas dan PP Kagama, di Wisma Aula Kemenpora, Jakarta, Selasa (19/9/2017).
NUGYASA LAKSAMANA/JUARA.NET
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berbicara di hadapan para awak media pada sela acara diskusi yang diadakan Harian Kompas dan PP Kagama, di Wisma Aula Kemenpora, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Menpora: Satlak Prima Tetap Berjalan Sampai Ada Perubahan Perpres

JUARA.NET, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Imam Nahrawi menegaskan Peraturan Presiden (Perpres) No 15 tahun 2016 tentang Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) masih tetap berjalan sebelum ada peraturan baru.

 

Hal itu dikemukakan Imam saat menggelar jumpa pers di Lantai 10 Gedung Kemenpora, Rabu (11/10/2017) sore.

"Satlak Prima tetap berjalan sampai ada perubahan Perpres. Apapun kondisinya, jangan sampai menganggu konsentrasi atlet yang sekarang sudah mulai masuk pelatnas," kata Imam.

Imam pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menunggu pembahasan tentang Perpres tersebut.

"Saya terus terang belum mengajak semua stakeholder olahraga untuk melihat secara obyektif, bahwa kita punya tanggung jawab terhadap prestasi Indonesia," ucap Imam.

"Saya bersyukur para olimpian melangkah bersama memotivasi sekaligus mengajak pelaku olahraga untuk bertanggung jawab," tutur dia.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesia Olympian Association (IOA) Richard Sam Bera menyampaikan kekhawatirannya terhadap atlet.

Ia berharap wacana pembubaran Satlak Prima tidak memengaruhi semangat para atlet nasional.

"Persiapan menuju Asian Games 2018 ini menjadi lebih penting karena kaitanya dengan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020," tutur Richard.

Dalam kesempatan itu, Richard juga memberikan masukan agar pengurus cabang olahraga ikut bertanggung jawab terhadap keberhasilan para atletnya.

Dengan demikian, pengurus cabang olahraga dan pemerintah harus sama-sama bertanggung jawab.

TOPIK :

Komentar