TOPIK TERPOPULER
Petenis putra Korea Selatan, Chung Hyeon, melakukan selebrasi setelah menjadi juara Next Gen ATP Finals pertama. Chung menjadi juara setelah mengalahkan Andrey Rublev (Rusia) pada babak final yang berlangsung di Fiera Milano, Milan, Italia, Sabtu (11/11/2017) malam waktu setempat.
MARCO BERTORELLO/AFP PHOTO
Petenis putra Korea Selatan, Chung Hyeon, melakukan selebrasi setelah menjadi juara Next Gen ATP Finals pertama. Chung menjadi juara setelah mengalahkan Andrey Rublev (Rusia) pada babak final yang berlangsung di Fiera Milano, Milan, Italia, Sabtu (11/11/2017) malam waktu setempat.

Petenis Muda Korea Ini Jadi Juara Next Gen ATP Finals Pertama

JUARA.NET, MILAN - Petenis muda Korea Selatan, Chung Hyeon, mencetak sejarah besar di pentas ATP World Tour. Pada Sabtu (11/11/2017) malam waktu setempat, Chung menjadi juara turnamen Next Gen ATP Finals pertama.

Petenis berusia 21 tahun ini naik ke podium kampiun setelah mengalahkan pemain unggulan kesatu asal Rusia, Andrey Rublev, 3-4(5), 4-3(2), 4-2, 4-2, pada babak final yang berlangsung di Fiera Milano, Milan, Italia.

"Saya hanya sangat, sangat senang karena saya tidak tahu, saya betul-betul tidak tahu bagaimana saya bisa menang di sini, di Milan," ucap Chung yang dilansir dari situs resmi ATP World Tour.

"Pertandingan melawan Rublev sangat sengit. Dia tampil lebih baik saat terakhir kali kami bertemu, karena itu saya hanya berusaha bermain yang terbaik," kata Chung lagi.

Selain menjadi juara Next Gen ATP Finals pertama, Chung juga menjadi petenis Korea pertama yang meraih trofi ATP World Tour sejak Lee Hyung-taik pada 2003.

Kala itu, Hyung menjadi juara Sydney Terbuka setelah mengalahkan Juan Carlos Ferrero (Spanyol) pada babak final.

Hasil ini terasa semakin besar karena sebelum berlaga pada Next Gen ATP Finals 2017 pencapaian terbaik Chung ialah babak semifinal.

Sementara itu, Rublev justru sudah pernah mengangkat satu trofi di Umag, Kroasia, Juli lalu.

Kendati demikian, Chung tampil lebih tenang ketimbang Rublev, terutama saat mendapat tekanan pada set kesatu.

Sebaliknya, Rublev gagal mengendalikan emosinya ketika Chung menyamakan skor pada set kedua.

Chung akhirnya memenangi pertandingan setelah arah pukulan forehand winner-nya gagal dibaca oleh Rublev.

"Saya bermain lebih baik dari dia, saya mendikte pertandingan, tetapi karena saya membiarkan emosi keluar, semuanya berubah," tutur Rublev.

"Chung selalu ada di pertandingan. Dia selalu fokus, apapun kesalahan yang terjadi, dia terus berjuang," kata Rublev lagi.

Melalui hasil ini, Chung berhak atas hadiah uang tunai senilai 390 ribu dollar AS (sekitar Rp 5,27 miliar), sedangkan Rublev menerima 235 ribu dollar AS (sekitar Rp 3,18 miliar).

TOPIK :

Komentar