TOPIK TERPOPULER
Atlet kayak Jepang, Yasuhiro Suzuki, berpose di atas podium peraih medali Asian Games di International Rowing Centre, Guangzhou, China, 25 November 2010. Suzuki yang meraih perunggu pada ajang itu kini dijatuhi sanksi menyusul kecurangan yang dilakukannya atas rekan senegara, Seiji Komatsu.
ANTONY DICKSON/AFP PHOTO
Atlet kayak Jepang, Yasuhiro Suzuki, berpose di atas podium peraih medali Asian Games di International Rowing Centre, Guangzhou, China, 25 November 2010. Suzuki yang meraih perunggu pada ajang itu kini dijatuhi sanksi menyusul kecurangan yang dilakukannya atas rekan senegara, Seiji Komatsu.

Motif Atlet Kayak Jepang Jebak Rekan Senegaranya dengan Doping

JUARA.NET - Tindakan tidak sportif yang dilakukan atlet kayak Jepang, Yasuhiro Suzuki, kepada rekan senegaranya, Seiji Komatsu, dinilai telah mencederai semangat dan sportivitas dunia olahraga.

Berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan Federasi Kano Jepang, Selasa (9/1/2018), Suzuki terbukti sengaja menaruh zat penguat otot yang masuk ke dalam kategori doping ke dalam minuman Komatsu.

Tindakan tidak sportif ini terjadi saat mereka mengikuti Kejuaraan Nasional Kayak di prefektur Ishikawa, Jepang, September 2017.

Dilansir dari NHK, kala itu, Suzuki dan Komatsu tengah bersaing ketat untuk masuk ke dalam skuat tim nasional (timnas) Jepang pada Olimpiade Tokyo 2020.

(Baca Juga : Demi Tampil di Olimpiade 2020, Atlet Kayak Jepang Rela Melakukan Cara Kotor)

Suzuki yang merasa pesimistis dengan peluangnya menembus timnas, akhirnya memilih jalan pintas dengan menjebak Komatsu. Kini, Suzuki harus menghadapi hukuman selama 8 tahun sebagai akibat dari perbuatannya tersebut.

Di sisi lain, Komatsu resmi dibebaskan dari hukuman yang menjeratnya sejak Oktober 2017.

Komatsu sempat dijatuhi sanksi lantaran gagal melewati tes doping. Saat itu, Komatsu dinyatakan positif menggunakan zat terlarang yang dicampurkan Suzuki ke dalam minumannya.

Komatsu yang merasa tak bersalah langsung membantah hasil tes itu dan meminta Federasi Kano Jepang melakukan investigasi.

Menurut Badan Anti-doping Jepang, kasus yang melibatkan Yasuhiro Suzuki dan Seiji Komatsu merupakan yang pertama terjadi di Jepang. Sebelumnya, tidak ada seorang pun atlet gagal tes doping karena mendapat kontaminasi dari orang lain.

 

TOPIK :

Komentar