TOPIK TERPOPULER
Atlet lompat jauh putri nasional, Maria Natalia Londa,  mendarat di area pasir seusai melakukan lompatan pada babak final test event Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (11/2/2018).
MUHAMMAD BAGAS/BOLASPORT.COM
Atlet lompat jauh putri nasional, Maria Natalia Londa, mendarat di area pasir seusai melakukan lompatan pada babak final test event Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (11/2/2018).

Kritik Maria Natalia Londa Terhadap Arena Pertandingan Asian Games 2018

JUARA.NET, JAKARTA - Kritik serius terhadap arena pertandingan untuk cabang olahraga (cabor) atletik dilayangkan atlet lompat jauh putri Indonesia, Maria Natalia Londa, seusai meraih medali emas pada ajang uji coba alias test event Asian Games 2018.

Menurut Maria, area lintasan untuk disiplin yang ditekuninya masih kurang ideal. Meski begitu, atlet asal Bali itu tetap mampu menjadi yang terbaik pada test event Asian Games 2018.

Maria naik ke podium kampiun dan meraih medali emas setelah mencatat lompatan sejauh 6,43 meter. Dia unggul tipis atas wakil India, Neena Varakil, yang melompat sejauh 6,42 meter.

Baca juga: Test Event Asian Games 2018 - 6 Medali Emas Siap Diperebutkan Hari Ini

"Pasir sudah nyaman, hanya kurang halus. Permasalahannya bukan di pasir, tetapi di daerah lintasan," ucap Maria yang dilansir dari situs resmi Asian Games 2018.

Dalam disiplin lompat jauh, area lintasan memang menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan lompatan maksimal.

Selain menjadi area untuk mengambil ancang-ancang lompatan, pantulan lintasan terhadap kaki atlet saat tengah berlari dan melakukan tolakan lompatan juga berpengaruh terhadap capaian lompatan.

Di luar hal itu, area lintasan yang pas juga bisa meminimalisir peluang cedera atlet.

Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang.

Artinya, Indonesia selaku tuan rumah masih memiliki waktu sekitar lima bulan untuk memberi respons atas kritikan dari Maria Natalia Londa.

TOPIK :

Komentar