TOPIK TERPOPULER
Yaspi Boby (138) dan I Dewa Made Mudiyasa (128) sedang berlaga pada lomba lari 100m pada Test Event Asian Games 2018 di SUGBK, Jakarta Pusat, Minggu (11/02/2018).
FERNANDO RANDY/BOLASPORT.COM
Yaspi Boby (138) dan I Dewa Made Mudiyasa (128) sedang berlaga pada lomba lari 100m pada Test Event Asian Games 2018 di SUGBK, Jakarta Pusat, Minggu (11/02/2018).

Atletik Asian Games 2018, Ini Dia Manusia-manusia Tercepat di Asia

JUARA.NET - Agar bisa menjadi pelari tercepat yang mencapai garis finis, para sprinter tentunya membutuhkan fisik yang kuat, gerakan kaki yang cepat, dan teknik berlari oke.

Penulis: Yakub Pryatama

Tak hanya itu, faktor penunjang lainnya dari sisi postur juga memengaruhi performa pelari saat di lapangan.

Hal itu pula yang menjadi perhatian khusus sprinter asal Sumatra Barat, Yaspi Boby, saat beradu kecepatan dengan manusia-manusia tercepat di Asia.

“Tinggi saya dibandingkan pelari asal China, Su Bingtian, tak berbeda jauh. Saya mempelajari teknik dan gerakan pijakan kaki saat berlari melalui video dia saat berlomba,” tutur Yaspi.

(Baca Juga: Suaminya Diberitakan Jadi Pemain Video Porno, Ini Komentar Istri Lee Chong Wei)

Menuju Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September, Yaspi Boby sebetulnya sudah memiliki modal kuat.

Faktanya, ia merupakan pelari tercepat di Indonesia di nomor lari 100 meter pada 2017 dengan catatan 10,39 detik.

Hasil bagus juga ditorehkan Yaspi Boby saat berlari di test event atletik menuju Asian Games 2018.

Dia menempati posisi keempat di nomor 100 meter dengan waktu 10,48 detik.

Pelatih sprinter pelatnas, Eni Nuraini, mengatakan jika ingin bersaing dengan sprinter Asia, seperti Xie Zhenye (China), Elakkiya Dasan Vadivelu Kannadasan (India) atau Su Bingtian, yang memiliki postur tubuh lebih tinggi, Yaspi dkk. harus memperkuat tekniknya agar bisa mengimbangi para pelari.

“Catatan waktu anak-anak harus lebih baik lagi. Teknik juga harus diasah supaya bisa menutupi kekurangan dari segi postur,” tutur Eni Nuraini.

Menuju persaingan di Asian Games 2018, berikut para pelari tiga besar Asia dan terbaik di Asia Tenggara pada nomor lari 100 meter di 2017, yang diprediksi bakal menjadi pesaing Yaspi Boby.

(Baca juga: Kocak! Cal Crutchlow Takut Tergoda Restoran Fast Food yang Ada di Sirkuit Buriram)

Su Bing Tian (China)

  • Ranking Asia 2017: 2
  • Catatan Terbaik 2017: 9,92 detik
  • Catatan Terbaik: 9,92 detik
  • Usia: 28 Tahun
  • Tinggi/Berat: 172 cm/70 kg

Xie Zhenye (China)

  • Ranking Asia 2017: 1
  • Catatan Terbaik 2017: 9,91 detik
  • Catatan Terbaik: 9,91 detik
  • Usia: 24 Tahun
  • Tinggi/Berat: 178 cm/59 kg

(Baca Juga: Tanpa Sadar Marc Marquez Telah Memberi Bantuan kepada Tim KTM, Kok Bisa?)

Tada Shuhei (Jepang)

  • Ranking Asia 2017: 3
  • Catatan Terbaik 2017: 9,94 detik
  • Catatan Terbaik: 9,94 detik
  • Usia: 21 Tahun
  • Tinggi/Berat: 176 cm/66 kg

Khairul Hafiz Jantan (Malaysia)

  • Ranking Asia 2017: 34
  • Catatan Terbaik 2017: 10,24 detik
  • Catatan Terbaik: 10,18 detik
  • Usia: 19 Tahun
  • Tinggi/Berat: 173 cm/58 kg

(Baca Juga : Test Event Asian Games 2018 - Petinju Indonesia Masih Perlu Perbanyak Try Out)

Yaspi Boby (Indonesia)

  • Ranking Asia 2017: 76
  • Catatan Terbaik 2017: 10,47 detik
  • Catatan Terbaik: 10,39 detik
  • Usia: 30 Tahun
  • Tinggi/Berat: 170 cm/65 kg

TOPIK :

Komentar