TOPIK TERPOPULER
Pelatih trek cabang olahraga balap sepeda Indonesia, Nur Rochman.
ANY HIDAYATI/BOLASPORT.COM
Pelatih trek cabang olahraga balap sepeda Indonesia, Nur Rochman.

Kalah Start, Balap Sepeda Indonesia Optimis Raih Hasil Maksimal pada Asian Games 2018

JUARA.NET, SOLO - Pelatih trek cabang olahraga (cabor) balap sepeda nasional, Nur Rochman, mengatakan bahwa anak asuhnya masih kalah start dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Pada Asian Games 2014, kami tidak ikut sehingga persiapan dilakukan setelah SEA Games Kuala Lumpur 2017 kemarin," kata Nur saat ditemui BolaSport.com menjelang kunjungan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi

Iman dijadwalkan mendatangi pelatnas balap sepeda beserta cabor lainnya dalam kunjungannya untuk melihat persiapan Asian Games dan Asian Paragames 2018 di Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/3/2018).

"Meski kalah start, kami sudah mulai gerak cepat. Saat ini sudah jalan bulan kedua pelatnas," ujar Nur.

Di pelatnas, Nur menangani 14 atlet balap sepeda yang nantinya akan bertanding di nomor beregu sprint pada Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang (Indonesia), Agustus mendatang.

(Baca Juga:Bikin Aturan Servis Baru, BWF Harusnya Bisa Memberi Contoh Bukan Cuma Menyalahkan)

Atlet balap sepeda Indonesia sedang berlatih menjelang Asian Games 2018 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/3/2018).
Atlet balap sepeda Indonesia sedang berlatih menjelang Asian Games 2018 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/3/2018).
SUSI LESTARI/BOLASPORT.COM

 "Pada pertengahan Januari sampai Februari kami sudah melakukan pelatihan di Malaysia. Setelah Malaysia, kami meneruskan ke Solo (saat ini) hingga bulan April. Selanjutnya baru ke Jakarta pada Mei jika velodrome sudah jadi," ujar Nur.

Walaupun mengakui kalah start dibandingkan negara lain yang sudah jauh-jauh hari berlatih, Nur tetap optimistis untuk mendapat hasil terbaik.

"Target tetap yang terbaik. Setelah latihan, progresnya sudah bagus," ujar Nur.

Saat mengetahui Menpora akan berkunjung ke pelatnas Solo, Nur menginginkan keluhan tentang kurangnya sarana dan prasarana didengar.

"Selama pelatihan, masih ada beberapa masalah non-teknis seperti peralatan yang masih kurang. Sepeda yang ada masih jauh dari jumlah yang kami butuhkan," ujar Nur.

Sementara itu, untuk keluhan dari atlet, sementara ini belum ada.

TOPIK :

Komentar