TOPIK TERPOPULER
 Atlet atletik putra nasional Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, berpose di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.
PB PASI
Atlet atletik putra nasional Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, berpose di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

PB PASI Pastikan Keluarga Lalu Muhammad Zohri Selamat dari Gempa Bumi Lombok

JUARA.NET - Keluarga dari sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, selamat dari bencana alam gempa bumi bermagnitudo 7 yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (5/8/2018) malam.

Sehari setelah kejadian, BolaSport.com mencoba mengonfirmasi Zohri melalui pesan singkat Whatsapp untuk memastikan keadaan keluarga sang atlet.

Baca juga: Atlet Renang Bagikan Pengalaman Mencekam Kala Alami Gempa Lombok

Namun, Zohri belum memberikan respons. BolaSport.com kemudian menghubungi pihak Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) sebagai organisasi olahraga yang menaungi Zohri.

Melalui humas PB PASI, Hendri Firzani, BolaSport.com akhirnya mendapatkan informasi bahwa keluarga Zohri di Lombok dalam keadaan baik-baik saja.

"Aman. Rumah dan keluarga Zohri alhamdulillah selamat. Namun, tetangganya sih pada kena (jadi korban)," ujar Hendri kepada BolaSport.com, Selasa (7/8/2018).

"Kabarnya mereka (keluarga Zohri) cuma sempat tidur di luar rumah, nggak sampai dibawa ke pengungsian," kata Hendri melanjutkan.

Zohri merupakan salah satu atlet kebanggaan Indonesia dari cabang olahraga atletik.

Beberapa waktu lalu, Zohri mencuri perhatian publik setelah meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia.

Baca juga: Jadwal Tanding Cabor Bulu Tangkis Asian Games 2018, 7 Medali Emas Siap Diperebutkan

Zohri juga akan tampil pada ajang Asian Games 2018 yang bakal berlangsung di Jakarta dan Palembang, tanggal 18 Agustus hingga 2 September.

Sementara itu, bencana gempa bumi bermagnitudo 7 yang mengguncang Lombok, NTB, menewaskan puluhan penduduk.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BolaSport.com, sampai Senin (6/8/2018) pagi, jumlah korban meninggal dunia mencapai 91 orang.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan, gempa bumi itu berpusat di lereng Gunung Rinjani.

Disebutkan pula bahwa gempa bumi tersebut merupakan gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa yang terjadi sebelumnya.

TOPIK :

Komentar