TOPIK TERPOPULER
Atlet tolak peluru andalan Indonesia, Suparniyati (kanan), sukses mendulang medali emas pertama Indonesia, sedangkan Tiwa (kiri) medali perunggu dari cabang para atletik Asian Para Games 2018, pada Senin (8/10/2018), di Stadion GBK, Jakarta.
AGOES RUSDIANTO/INAPGOC
Atlet tolak peluru andalan Indonesia, Suparniyati (kanan), sukses mendulang medali emas pertama Indonesia, sedangkan Tiwa (kiri) medali perunggu dari cabang para atletik Asian Para Games 2018, pada Senin (8/10/2018), di Stadion GBK, Jakarta.

Asian Para Games 2018 - Medali Emas dari Cabang Tolak Peluru

JUARA.net - Suparniyati, atlet tolak peluru andalan Indonesia, sukses mempersembahkan medali emas pertama Indonesia dari cabang para atletik Asian Para Games 2018 di Stadion GBK, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Suparniyati sukses mempersembahkan medali emas pertama Indonesia di Asian Para Games 2018 dari cabang para atletik .

Kesuksesan Suparniyati mempersembahkan medali emas di Asian Para Games dianggap mengejutkan karena dia tak pernah bertemu dengan wakil asal Jepang.

Meski sukses, Suparniyati mengaku hasil yang diraih di Asian Para Games 2018 belum maksimal.

"Pencapaian ini hasil buruk saya karena tak memecahkan rekor sendiri, yakni 11,03 meter saat Asean Para Games 2017," ujar Suparniyati kepada BolaSport.com.

Baca juga: Asian Para Games 2018 - Kemenangan Perdana Indonesia di Cabang Boccia

Suparniyati sukses menjadi yang pertama setelah mencatatkan lemparan 10,75 meter.

Atlet tolak peluru andalan Indonesia, Suparniyati, sukses mendulang medali emas pertama Indonesia dari cabang para atletik Asian Para Games 2018, pada Senin (8/10/2018), di Stadion GBK, Jakarta.
Atlet tolak peluru andalan Indonesia, Suparniyati, sukses mendulang medali emas pertama Indonesia dari cabang para atletik Asian Para Games 2018, pada Senin (8/10/2018), di Stadion GBK, Jakarta.
AGOES RUSDIANTO/INAPGOC

Padahal, ia mengaku saat latihan pernah melempar dengan jarak sejauh 11 meter.

"Ajang ini Asian Para Games pertama saya. Tentu saya sangat bahagia meski tak sesuai keinginan melewati rekor di Malaysia," ujar Suparniyati.

TOPIK :

Video Pilihan

Komentar