TOPIK TERPOPULER
Sri Hartati, atlet angkat berat Indonesia yang meraih emas di Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2015, ketika bertandang ke Kantor PB PABBSI di Pintu Kuning, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2015).
APRELIA WULANSARI/BOLA/JUARA.net
Sri Hartati, atlet angkat berat Indonesia yang meraih emas di Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2015, ketika bertandang ke Kantor PB PABBSI di Pintu Kuning, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Rekor Dunia Diciptakan Indonesia di World Open Powerlifting Championship 2018

JUARA.NET - Lifter Putri binaan Gajah Lampung Sri Hartati membuat debut gemilang memecahkan rekor Dunia Angkat Berat pada event bertajuk World Open Powerlifting Championship di Halmstad, Swedia.

Sri Hartati yang turun di kelas 57 Kg berhasil memecahkan dua rekor dunia masing-masing untuk total angkatan dan di jenis angkatan Squat.

Di total angkatan, Sri mencatat rekor dunia baru dengan total agkatan 565 Kg sekaligus merebut medali Emas. Kemudian di jenis angkatan Squat lifter putri berusia 34 tahun tersebut mencatat 225 Kg dan sekaligus meraih emas.

Di jenis angkatan Dead Lift Sri Hartati membuat angkatan 190 Kg dan juga mempersembahkan Emas. Sedangkan di angkatan Bench press Sri membuat angkatan 150 Kg dan meraih Perak. Dengan demikian selain memecahkan 2 rekor Dunia Sri Hartati meraih 3 emas dan 1 Perak.

Selain Sri, lifter putri asal Kalimantan Timur, Widari yang turun di kelas 47 Kg Putri juga berhasil merebut 2 emas dan 1 perak.

Meski menempati peringkat kedua di Total angkatan 476 Kg, Widari memecahkan rekor Dunia di jenis Angkatan Bench press dengan angkatan 141 Kg.

Di jenis angkatan Dead Lift, Widari merebut Emas dengan 175 Kg dan Squat berada di peringkat keempat dengan 160 Kg.

Ketua Umum PB PABBSI, Rosan P Roeslani mengatakan PB PABBSI sangat bangga atas pencapaian cabang angkat besi dan angkat berat yang berkompetisi di level Dunia.

"Kita semua di PB PABBSI merasa bangga dengan hasil di angkat besi dan Angkat Berat untuk itu kami akan memberikan apresiasi (bonus)," kata Rosan lewat pesan singkat Rabu (7/11/2018).

Menurut Rosan yang juga ketua umum KADIN Indonesia ini, khusus untuk Eko Yuli prestasi yang diukir merupakan sejarah karena baru pertama kali meraih juara dunia di cabang angkat besi.

"Mudah-mudahan ini berlanjut ke Olimpiade Tokio 2020," ujar Rosan P Roeslani. Indonesia pada Kejuaraan Dunia Angkat Berat di Halmstad Swedia mengirimkan 4 lifter 2 putri dan 2 putra dan 2 pelatih.

Sementara lifter Angkat Besi Eko Yuli Irawan dijdwalkan Rabu (7/11) petang ini, tiba kembali ke Tanah air usai mengikuti Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Asghabat

TOPIK :

Video Pilihan

Komentar