TOPIK TERPOPULER
MICHAEL COOPER/GETTY IMAGES

LEGENDA: Mick Doohan, Pebalap dengan 5 Gelar Juara Dunia Beruntun

JUARA.net - Dari beberapa nama pebalap yang tercatat sebagai legenda balap motor, Michael "Mick" Sydney Doohan merupakan salah satunya.

Pria asal Australia ini mengawali debut Grand Prix-nya di kelas 500cc atau premier pada 1989. Dia menutup musim ini dengan berada di urutan ke-9 klasemen sementara.

Doohan merupakan pemegang lima gelar juara dunia 500cc. Hanya Giacomo Agostini (Italia, 8 kali) dan Valentino Rossi (Italia, 7 kali) yang memiliki gelar juara dunia kelas premier lebih banyak dari dia.

Doohan dan Rossi sama-sama pernah meraih lima gelar juara dunia kelas premier secara beruntun. Doohan melakukannya pada 1994-1998, sementara Rossi pada 2001-2006.

Agostini masih jadi pemegang rekor dengan meraih tujuh gelar beruntun, 1966-1972.

Doohan merupakan salah satu dari sedikit pebalap yang pernah menjadi juara dunia 500cc dan memenangi balapan Superbike World Championship (WSBK).

Dia ikut WSBK pada 1988 dan memenangi tiga balapan yakni pada race kedua di Jepang, dan dua race di Australia.

Pada 1991, dia berpasangan dengan sesama legenda balap asal Amerika Serikat, Wayne Gardner, turun pada balapan ketahanan, Suzuka 8 Hours. Mereka keluar sebagai pemenang.

Selama 10 tahun penuh berkarier di Grand Prix, Doohan mencatat 54 kemenangan. Rekor ini disamai oleh pebalap Repsol Honda, Marc Marquez.

Marquez mencatat kemenangan ke-54 pada balapan GP Aragon di Sirkuit MotorLand Aragon, 25 September kemarin.

Sebagai catatan, Marquez melakukannya ketika masih berusia 23 tahun, lebih muda dari ketika Doohan memulai karier di Grand Prix.

Keluarga pecinta motor

Doohan lahir dari keluarga pencinta motor pada 4 Juni 1965 di Brisbane, Australia. Bungsu dari tiga bersaudara ini sudah piawai menggeber motor ketika berusia delapan tahun.

Aksi tiga bersaudara tersebut di atas motor akhirnya memaksa orangtua mereka mengarahkan Doohan dan kakak-kakaknya untuk membalap di area yang tepat. Tak berselang lama, Doohan sudah ikut kompetisi dirt track lokal.

Dunia balap Doohan runtuh ketika ayahnya meninggal pada 1977. Balapan tak lagi penting bagi Doohan yang ketika itu berusia 12 tahun.

Tahun berikutnya, dia sesekali menjadi pebalap off-road, tetapi tidak pernah benar-benar berkomitmen.

Doohan akhirnya mengenal road bike ketika berusia 18 tahun, dari sang kakak. Dia mengikuti beberapa kompetisi lokal yang akhirnya mengantarnya ke Grand Prix 500cc pada 1989.

Mantan pebalap Australia, Michael Doohan, memasang helm sebelum menjalani balapan ekshibisi untuk penggemar di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, 7 November 1999.
Mantan pebalap Australia, Michael Doohan, memasang helm sebelum menjalani balapan ekshibisi untuk penggemar di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, 7 November 1999.
KAZUHIRO NOGI/AFP PHOTO

Nyaris diamputasi

Pada 1992, Doohan mengalami kecelakaan saat menjalani latihan GP Belanda di Sirkuit Assen. Dia mengalami cedera serius dan permanen di kaki kanan. Dia bahkan dihadapkan pada kemungkinan menjalani amputasi.

Dia harus absen selama delapan pekan dan melewatkan empat balapan. Padahal, ketika itu dia tengah memimpin klasemen dengan keunggulan 65 poin.

Gelar juara dunia pertamanya yang sudah di depan mata akhirnya lenyap. Doohan bisa turun pada dua balapan terakhir dan menutup musim dengan berada di urutan kedua. Rainey keluar sebagai juara dunia.

Pda 1993, Doohan tidak bisa menjalani balapan dengan maksimal karena kaki kanannya yang belum sepenuhnya pulih.

Honda membantu Doohan dengan memindahkan rem belakang ke kaki kiri karena kaki kanannya tidak bisa lagi menjalankan fungsi tersebut.

Setelah melewati dua musim yang penuh tantangan, Doohan akhirnya meraih gelar juara dunia pertamanya pada 1994.

Musim balap 1997 merupakan tahun emas bagi Doohan. Dia memenangi 12 balapan dari 15 seri yang digelar, dan dua kali finis di urutan kedua.

Pada 1998, Doohan kembali mengalami kecelakaan parah saat menjalani sesi kualifikasi seri ketiga, GP Spanyol. Sekali lagi Doohan mengalami patah kaki di beberapa bagian, lalu memutuskan pensiun.

Manajer Doohan, Jeremy Burgess, akhirnya menjadi kepala kru Rossi. Dia membantu Rossi meraih banyak gelar juara dunia, termasuk lima secara beruntun di kelas 500cc/MotoGP (2001-2005).

Pebalap Australia, Michael Doohan, memacu motornya pada balapan GP Italia di Sirkuit Mugello, 18 Mei 1997.
Pebalap Australia, Michael Doohan, memacu motornya pada balapan GP Italia di Sirkuit Mugello, 18 Mei 1997.
GERARD JULIEN/AFP PHOTO

Formula 1

Ketika masih menjadi bintang balap motor, Doohan mendapat kesempatan memacu mobil Formula 1. Pria yang kini berusia 51 tahun tersebut memacu mobil Williams FW19 di Seikuit de Catalunya, April 1998.

Dia mengalami kesulitan saat memacu "jet darat" tersebut dan menabrak pembatas.

Selain Doohan, pebalap motor yang pernah mencoba mobil Formula 1 yaitu Max Biaggi (Italia), Rossi, dan Jorge Lorenzo (Spanyol) yang pekan lalu mencoba mobil Mercedes W05 di Sirkuit Silverstone, Inggris.

TOPIK :

Komentar