TOPIK TERPOPULER
Pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia asal Taiwan, Tai Tzu Ying, melakukan selebrasi setelah mengalahkan Carolina Marin (Spanyol) pada laga final Singapura Terbuka di Singapore Indoor Stadium, Minggu (16/4/2017). Tai menang 21-15, 21-15.
ROSLAN RAHMAN/AFP PHOTO
Pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia asal Taiwan, Tai Tzu Ying, melakukan selebrasi setelah mengalahkan Carolina Marin (Spanyol) pada laga final Singapura Terbuka di Singapore Indoor Stadium, Minggu (16/4/2017). Tai menang 21-15, 21-15.

Tai Tzu Ying Tak Menyesali Keputusan Absen pada Kejuaraan Dunia

JUARA.NET, KUALA LUMPUR - Pebulu tangkis tunggal putri Taiwan, Tai Tzu Ying, tidak menyesali keputusannya memilih tampil pada Universiade daripada Kejuaraan Dunia.

Universiade digelar pada 19-30 Agustus di Taiwan berdekatan dengan pelaksanaan Kejuaraan Dunia 2017 yang digelar di Emirates Arena, Glasgow, Skotlandia, 21-27 Agustus.

"Tahun ini untuk kali pertama Universiade digelar di Taiwan. Jika saya melewatkannya, saya tidak punya lagi kesempatan bermain di tengah keriuhan penonton di rumah sendiri," kata Tai.

Tai merupakan mahasiswi tahun ketiga di Universitas Nasional Taiwan. Pemain berusia 22 tahun ini juga berstatus sebagai duta pada Universiade.

"Saya tidak menyesali keputusan mundur dari kejuaraan dunia karena turnamen ini digelar setiap tahun," ujar Tai.

Dengan mundurnya Tai, Carolina Marin (Spanyol) berpeluang mewujudkan hattrick gelar juara dunia di nomor tunggal putri. Marin merupakan juara dunia pada 2014 dan 2015.

Pada 2016, kejuaraan dunia ditiadakan karena di tahun yang sama digelar Olimpiade musim panas di Rio de Janeiro, Brasil.

Marin berstatus sebagai unggulan ketiga pada kejuaraan dunia nanti. Akane Yamaguchi (Jepang) terdaftar sebagai unggulan pertama, sedangkan Sung Ji-hyun (Korea Selatan) menjadi unggulan kedua.

TOPIK :

Komentar