TOPIK TERPOPULER
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Gatjra Piliang, bersalaman dengan Alex Alcala Dominguez setelah menjaadi penentu kemenangan Merah Putih pada Kejuaraan Dunia Junior 2017. Indonesia menang dengan skor 21-13, 21-11, pada laga yang digelar di GOR Among Rogo, Rabu (11/10/2017).
BADMINTON INDONESIA
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Gatjra Piliang, bersalaman dengan Alex Alcala Dominguez setelah menjaadi penentu kemenangan Merah Putih pada Kejuaraan Dunia Junior 2017. Indonesia menang dengan skor 21-13, 21-11, pada laga yang digelar di GOR Among Rogo, Rabu (11/10/2017).

Kejuaraan Dunia Junior 2017 - Ini Sektor yang Diandalkan Indonesia Saat Hadapi China pada Perempat Final

JUARA.NET, YOGYAKARTA - Indonesia akan menghadapi China pada perempat final beregu Kejuaraan Dunia Junior 2017 yang digelar Kamis (12/10/2017).

Indonesia lolos ke fase delapan besar setelah mengalahkan Spanyol 3-0 pada laga play-off Grup H. Adapun China lolos ke babak perempat final seusai menumbangkan Taiwan 3-0 pada laga play-off Grup G.

"Baik China atau Taiwan, keduanya adalah tim terbaik yang memiliki kekuatan merata di lima sektor," kata Susy.

Susy pun menambahkan jika akan menghadapi China, lima sektor Indonesia yang diturunkan harus kuat.

Hingga saat ini, China memegang rekor sebagai negara yang paling banyak meraih gelar juara beregu pada kejuaraan dunia yaitu sebanyak 11 kali.

"Sektor mana yang memiliki peluang paling besar akan dirapatkan lagi dengan para pelatih," kata Susy.

Susy memastikan bahwa ada tiga sektor yang menjadi kekuatan Indonesia.

"Ada tiga sektor yang bisa dijadikan andalan yaitu tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran," ujar Susy.

Selain ketiga sektor tersebut, Indonesia juga tetap mengunggulkan sektor tunggal putra dan ganda putra.

"Sektor tunggal putra dan ganda putra juga siap untuk berlaga. Intinya, semua sektor tetap mempunyai peluang yang sama untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia," ucap Susy.

Tim Indonesia belum pernah meraih medali emas pada nomor beregu. Indonesia tercatat meraih medali perak pada 2013, 2014 dan 2015, serta medali perunggu pada 2000, 2002, dan 2004.

TOPIK :

Komentar