TOPIK TERPOPULER
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriani Rahayu, saat menjalani laga melawan pasangan Thailand, Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, pada babak kesatu turnamen Jepang Terbuka di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Rabu (20/9/2017). Greysia/Apriani menang 21-14, 17-21, 21-13.
BADMINTON INDONESIA
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriani Rahayu, saat menjalani laga melawan pasangan Thailand, Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, pada babak kesatu turnamen Jepang Terbuka di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Rabu (20/9/2017). Greysia/Apriani menang 21-14, 17-21, 21-13.

Greysia/Apriyani Ingin Tampil Lebih Konsisten pada China Terbuka

JUARA.NET, FUZHOU - Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, bersiap tampil pada China Terbuka setelah sebelumnya keluar sebagai juara Prancis Terbuka 2017.

Menghadapi China Terbuka yang akan digelar 14-19 November di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Greysia/Apriyani sudah menjalani berbagai persiapan fisik dan teknik.

Keduanya mengaku tak ingin terlena dengan gelar juara yang baru dibawa dari Paris, dua pekan lalu.

"Persiapannya kami ada sekitar seminggu lebih dari Paris kemarin. Yang pasti, latihannya tidak boleh kendorr dan tetap dipacu terus untuk pertandingan ini. Kami tidak boleh merasa puas. Kemarin juara, tapi sekarang kami bukan siapa-siapa lagi," kata Apriyani.

Greysia/Apriyani juga mengatakan tak ingin terbebani target khusus. Keduanya hanya berharap bisa tampil konsisten dan maksimal dalam pertandingan.

 

Nah kalau yang ini, Greysia/Apriyani vs Tontowi/Liliyana. Kira-kira siapa yang menang ya? . #BadmintonIndonesia #Badminton #Bulutangkis #ChinaSSP

Sebuah kiriman dibagikan oleh Badminton Indonesia (@badminton.ina) pada

"Kami tidak memikirkan kalau kami sudah juara pada turnamen sebelumnya. Sekarang step by step lagi dan semangat lagi dari awal," ujar Greysia.

"Tujuannya, kami ingin lebih konsisten dan maksimal lagi di lapangan," ucap Apriyani.

Pada babak pertama China Terbuka, Greysia/Apriyani akan berhadapan dengan unggulan delapan asal Korea, Kim Hye Rim/Lee So Hee.

Kedua pasangan ini tercatat belum pernah saling berhadapan.

"Mereka pasangan baru dan sudah terbiasa berganti-ganti pasangan. Kami juga sudah terbiasa melawan pemain yang berganti-ganti pasangan. Jadi kami lihat ke individunya saja," ucap Greysia.

"Misalnya Lee So Hee keunggulannya apa, kekurangannya apa, Kim Hye Rim juga seperti itu. Kami lalu melihat video pertandingan," aku Greysia.

Kim/Lee bertemu dengan ganda putri Indonesia lainnya, Della Destiara Harus/Tiara Rosalia Nuraidah pada Makau Terbuka pekan lalu.

"Setidaknya pelatih kami, mas Chafidz (Yusuf) dan Koh Didi (Eng Hian), sudah tahu permainan mereka dan bagaimana cara mengatasi mereka," tutur Greysia.

Greysia mengaku mereka sempat membicarakan strategi di lapangan dan tinggal menerapkannya di lapangan.

Greysia/Apriyani merupakan satu-satunya wakil ganda putri yang diturunkan di turnamen ini.

Jika lolos, mereka akan berhadapan dengan pemenang laga antara Chen Lu/Tang Jinhua (China) dan Kim So Yeong/Hee Yong Kong (Korea Selatan).

TOPIK :

Komentar