TOPIK TERPOPULER
Mantan pelatih Ikhsan Leonardo Rumbay di SKO Ragunan, Jakarta, Luluk Hadiyanto (Kedua dari kiri) berbicara dalam acara penghargaan atlet berprestasi PB Djarum 2017 di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (11/1/2018).
DELIA MUSTIKASARI/BOLASPORT.COM
Mantan pelatih Ikhsan Leonardo Rumbay di SKO Ragunan, Jakarta, Luluk Hadiyanto (Kedua dari kiri) berbicara dalam acara penghargaan atlet berprestasi PB Djarum 2017 di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Sang Pelatih Sempat Jengkel Saat Latih Ikhsan Leonardo Rumbay di SKO Ragunan

JUARA.NET, JAKARTA - Mantan pebulu tangkis nasional, Luluk Hadiyanto, mengaku sempat menyerah saat melatih Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay di Sekolah Olahraga (SKO), Ragunan, Jakarta.

Menurut Luluk, Ikhsan bukan pemain berbakat, tetapi seorang pekerja keras.

"Saya melihat power Ikhsan sangat besar, tetapi bakat biasa saja. Meski begitu, dia mau belajar dan mau latihan ekstra," kata Luluk dalam acara pemberian penghargaan kepada atlet muda berprestasi PB Djarum, Kamis (11/1/2018).

"Terinspirasi dari cara Koh Chris (Christian Hadinata) saat melatih, saya mengembangkan gaya kepelatihan dengan pendekatan psikologis," ujar Luluk.

Pada awal latihan, Luluk menjelaskan bahwa pukulan Ikhsan masih mentah dan belum memiliki pukulan halus.

"Belum banyak pukulan yang dimiliki Ikhsan meskipun anak seusia dia banyak sudah mampu. Secara perlahan saya ajarkan dia, namun saya pernah hampir menyerah saat Ikhsan tidak bisa mempelajari apa yang saya ajarkan," aku Luluk.

Saat itu, Luluk kerap berkonsultasi dengan Christian. Luluk tetap memoles kemampuan Ikhsan karena dia sudah memiliki bekal power yang besar.

Meski Luluk jengkel, semangat Ikhsan tak luntur. Dia menerima dengan lapang dada dan berusaha meningkatkan kemampuannya.

"Biasanya saya berlatih sendiri pukulan yang tidak bisa sebelum jam latihan. Mas Luluk tidak galak, tetapi keras. Namun, saya sadar sikap dia seperti itu sebagai bentuk rasa sayang," tutur Ikhsan.

(Baca juga: Thailand Masters 2018 - Ihsan Maulana Raih Tiket Perempat Final)

Perjalanan Ikhsan menuju Jakarta diraih melalui proses yang cukup lama. Pemain kelahiran Tomohon, Sulawesi Utara ini mengenal bulu tangkis sejak masih kecil di depan rumah.

Saat kalah, Ikhsan bersedih. Sang Ayah kemudian menantang untuk mengalahkannya sehingga membuat pemain kelahiran 15 Januari 2000 berniat untuk serius berlatih.

Ikhsan dimasukan ke PB Mutiara Tondano yang sekarang sudah tinggal nama. Selanjutnya, dia bergabung dengan klub Papua, PB Hiu.

Setelah itu, dia kembali ke Tomohon dan dia melanjutkan perjalanannya dengan bergabung di sebuah klub di Bandung. Namun, Ikhsan tidak kerasan di Kota Kembang.

Ikhsan sempat mengikuti sirkuit nasional di Manado pada 2015. Meski kalah, kemampuan dia dipantau oleh pemandu bakat dari Jakarta yang mengajaknya bergabung dengan SKO Ragunan, Jakarta.

Di Ragunan, Ikhsan satu kelas dengan pemain Timnas U-19, Egy Maulana Vikri.

(Baca juga: Ikhsan Leonardo Rumbay Semakin Semangat Bisa Bertemu Jonatan Christie, Ihsan Maulana, dan Anthony Ginting di Pelatnas)

Ikhsan yang sudah bergabung selama tiga tahun di SKO Ragunan, terpilih mengikuti Kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior 2017.

Sederet prestasi juara pernah Ikhsan torehkan di beberapa ajang sirkuit nasional bulu tangkis, seperti di Jawa Timur (U-19), Jawa Tengah (U-19), Banjarmasin (U-17), dan NTB (U-17).

Bahkan Ikhsan  juga menjadi juara pertama di ajang Kejuaraan Nasional Pertamina Open 2016 (U-19).

Puncaknya, Ikhsan menjadi juara taruna tunggal putra pada Kejurnas PBSI 2017. Gelar ini mengantarnya masuk dalam pelatnas PBSI sebagai pemain pratama.

Di pelatnas, Ikhsan bukan berstatus magang atau pemantauan selama enam bulan, namun langsung mendapat Surat Keputusan (SK) dari PBSI.

TOPIK :

Komentar