TOPIK TERPOPULER
Pasangan ganda campuran nasional baru, Ricky Karanda Suwardi (kanan)/Debby Susanto, siap memulai kalender kompetisi 2018 sebagai tandem di atas lapangan.
BADMINTON INDONESIA
Pasangan ganda campuran nasional baru, Ricky Karanda Suwardi (kanan)/Debby Susanto, siap memulai kalender kompetisi 2018 sebagai tandem di atas lapangan.

Ricky/Debby Petik Kemenangan Pertama sebagai Pasangan

JUARA.NET, KUALA LUMPUR - Debut pasangan ganda campuran nasional, Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto, pada turnamen Malaysia Masters 2018 berakhir manis.

Memulai perjuangan dari fase kualifikasi, Ricky/Debby berhasil memetik kemenangan pertama sebagai pasangan.

Catatan positif itu didapat Ricky/Debby setelah mengalahkan wakil Malaysia, Hoo Pang Ron/Peck Yen Wei, 21-14, 21-15, di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (16/1/2018).

Berkat kemenangan tersebut, Ricky/Debby pun melaju ke putaran utama, menyusul rekan-rekan mereka yang sudah lebih dulu mengamankan tempat.

(Baca juga: Malaysia Masters 2018 - Ini Dia Hasil Lengkap 14 Wakil Indonesia di Babak Kualifikasi, Berapa yang Lolos?)

Penampilan menjanjikan ditunjukkan Ricky/Debby sejak gim kesatu dimainkan. Dilansir dari Tournament Software, tak sekalipun mereka berada dalam posisi tertinggal dari Hoo/Peck.

Setelah unggul 2-0 pada perebutan poin-poin awal pada gim kesatu, Ricky/Debby langsung tancap gas hingga unggul 11-5.

Selepas interval, permainan Ricky/Debby semakin panas. Mereka terus menjaga keunggulan hingga akhirnya menang dengan marjin tujuh poin.

Kondisi serupa terjadi pada gim kedua. Seperti gim kesatu, Ricky/Debby tampil dominan.

(Baca juga: Malaysia Masters 2018 - Sony Dwi Kuncoro dan Perjalanan Terjal di Babak Kualifikasi)

Pasca-menutup interval dalam kedudukan 11-4, Ricky/Debby tak sekalipun memberi kesempatan kepada Hoo/Peck untuk mengambil alih kendali permainan.

Dalam tempo 33 menit, Ricky/Debby pun menyudahi pertandingan dengan kemenangan straight game.

Ricky/Debby bukanlah satu-satunya pasangan ganda campuran Indonesia yang lolos dari fase kualifikasi. Selain mereka, pasangan Yantoni Edy Saputra/Marsheilla Gischa Islami juga melaju.

Duet Yantoni/Marsheilla menembus putaran utama setelah memenangi perang saudara atas Komandani Maytri Sugiarti/Maretha Dea Giovani, 21-12, 19-14 retired.

Kedua pasangan ini menyusul pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja.

 

Kecepatan motor untuk kelas MotoGP telah mengalami peningkatan pesat, terlebih semenjak perubahan regulasi dari motor bermesin 500cc, 800cc hingga yang digunakan saat ini, 1000cc. Sejauh ini, rekor kecepatan tertinggi yang pernah dicapai pebalap MotoGP dibukukan Andrea Iannone saat masih membalap untuk tim Ducati. Rekor tersebut dicatat Iannone saat melakoni balapan GP Italia pada musim 2016. Kala itu, Iannone memacu motornya hingga kecepatan maksimal 354,9 kilometer per jam (km/h). Jika dibandingkan dengan edisi terakhir pada era mesin 800cc, ada peningkatan kecepatan motor sebesar 19 km/h. MotoGP 2018 akan mulai pada bulan Maret, Akankah kecepatan pebalap akan meningkat di 2018? #motogp #dorna #topspeed #ducati #honda #yamaha #ktm #suzuki #aprilia #motogp2018

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on

TOPIK :

Video Pilihan

Komentar