TOPIK TERPOPULER
Pebulu tangkis tunggal putri Taiwan, Tai Tzu Ying, mengembalikan kok ke arah Chen Yufei (China) pada final Indonesia Open 2018 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018).
IMAGE DYNAMICS
Pebulu tangkis tunggal putri Taiwan, Tai Tzu Ying, mengembalikan kok ke arah Chen Yufei (China) pada final Indonesia Open 2018 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018).

Tai Tzu Ying Punya Kiat Khusus Agar Sukses Sebagai Mahasiswi dan Pebulu Tangkis

JUARA.NET - Pebulu tangkis tunggal putri asal Taiwan, Tai Tzu Ying punya kiat khusus untuk sukses sebagai pebulu tangkis dan juga mahasiswi.

Sebagai pemain nomor satu dunia, Tai harus menjalani serangkaian turnamen yang padat. Meski begitu, perempuan berusia 24 tahun tersebut tidak melupakan pendidikan.

Tai baru saja menyelesaikan pendidikan strata dua (S2) jurusan pengembangan dan penelitian olahraga Universitas taipei pada Juni lalu. Dia bahkan berencana melanjutkan ke jenjang berikutnya atau S3 di jurusan yang sama.

"Universitas saya lebih fokus di bidang olahraga sehingga mereka mempermudah saya memberi izin saat mengikuti turnamen," kata Tai Tzu Ying dalam konferensi pers seusai final Indonesia Open 2018 yang dihadiri BolaSport.com di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018).

(Baca Juga: Makanan Rusia Berbeda 180 Derajat dengan Indonesia)

"Cara saya membagi waktu antara kuliah dan latihan adalah malamnya saya belajar setelah pagi dan sore latihan. Pihak universitas memberi kemudahan bagi saya untuk belajar dan mengikuti turnamen," aku Tai Tzu Ying.

Tai juga menjadi salah satu pemain yang selalu konsisten di setiap turnamen yang diikutinya. Hingga Juli 2018, Tai tercatat baru menelan empat kekalahan.

Meski selalu menang, Tai tidak mau jemawa. Dia mengaku tetap fokus menjaga performa meskipun menjadi tunggal putri terbaik saat ini.

"Saya tidak punya rahasia khusus. Yang penting, fokus istirahat, latihan dan makan hingga kenyang ha-ha-ha," ujar Tai.

Setelah Indonesia Open 2018, Tai mengaku akan mempersiapkan diri untuk dua turnamen besar lainnya yakni Kejuaraan Dunia pada 30 Juli-5 Agustus di Nanjing, China dan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus-2 September.

"Saya tidak mau menargetkan prestasi tertinggi menghadapi turnamen berdekatan. Jadi, yang saya jaga adalah kesehatan," ujar Tai.

Tai baru saja menambah koleksi gelarnya setelah menjuarai Indonesia Open 2018.

Pada partai puncak, Tai menang atas Chen Yufei (China) pada, dengan skor 21-23, 21-15, 21-9.

TOPIK :

Video Pilihan

Komentar