TOPIK TERPOPULER
Anggota TNI dari Kodim 0418 dan Polresta dan masyarakat kota Palembang melakukan kegiatankarya bakti di Pulau Kemaro, untuk menyambut Asian Games 2018.
NOVERTA SALYADI/BOLASPORT.COM
Anggota TNI dari Kodim 0418 dan Polresta dan masyarakat kota Palembang melakukan kegiatankarya bakti di Pulau Kemaro, untuk menyambut Asian Games 2018.

Sambut Asian Games 2018, Begini Cara Kodim 0418 dan Polresta Palembang

JUARA.NET - Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya sibuk mengamankan tamu yang bertanding pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September. Namun, mereka juga kegiatan lain sebelum multi-event tersebut digelar.

Kodim 0418 dan Polresta Kota Palembang melakukan kegiatan karya bakti di Pulau Kemaro sebagai salah satu objek wisata di Palembang untuk mendukung pelaksanaan Asian Games di Palembang dan menjaga kearifan lokal di wilayah teritorial.

"Pulau kemaro ini merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Palembang yang harus kita jaga keindahannya dan kebersihannya sehingga ketika dikunjungi tamu negara peserta Asian Games menjadi daya tarik," kata Komandan Kodim 0418, Palembang Honi Havana.

Menurut Honi, pemilihan pulau Kemaro sebagai lokasi karya bakti karena dianggap sebagai ikon kota dan harus selalu dijaga dan dilestarikan.

"Kami berharap setelah dibersihkan dan diberikan cat, masyarakat tidak mengotorinya lagi sehingga tempat ini semakin menarik bukan hanya pada Asian Gamea tetapi juga saat event lainnya," ujar Honi.

Pulau Kemaro merupakan objek wisata di Palembang dan tempat ini bermula dari legenda sebagai tempat pertemuan dua sejoli antara putra bangsawan China, Tan Bun An dan putri Palembang, Fatimah yang mati tenggelam dalam membuktikan kesetian cinta mereka.

(Baca juga: Punya Kenangan Bagus, Tontowi/Liliyana Akan Berlatih di Kudus Jelang Asian Games 2018)

Kedua sejoli ini gagal menikah karena mencoba menyelamatkan harta berupa emas yang dibawa dari China. Emas tersebut digunakan untuk melamar Fatimah sebagai istri Tan Bun An.

Pulau Kemaro yang arti pulau tidak pernah tenggelam berada tepat di tengah Sungai Musi. Di sini juga ditemukan pagoda serta makam Tan Bun An dan Fatimah sehingga setiap tahun tempat selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk merayakan Cap Go Meh.

 

TOPIK :

Komentar