TOPIK TERPOPULER
  Ekspresi pebulu tangkis putri Indonesia, Fitriani, dalam pertandingan babak pertama Indonesia Master 2018 menghadapi Kristy Gilmour, di Istora Senayan, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/1/2018).
MUHAMMAD BAGAS/BOLASPORT.COM
Ekspresi pebulu tangkis putri Indonesia, Fitriani, dalam pertandingan babak pertama Indonesia Master 2018 menghadapi Kristy Gilmour, di Istora Senayan, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/1/2018).

Fitriani Dinilai Sedang Alami Krisis Kepercayaan Diri

JUARA.NET - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Kabid Binpres PP PBSI), Susy Susanti, mengakui bahwa pemain tunggal putri nasional, Fitriani, sedang mengalami krisis kepercayaan diri.

Fitriani tengah menjadi sorotan para pencinta bulu tangkis Tanah Air lantaran performa minornya dalam sejumlah turnamen pada dua bulan terakhir.

Teranyar, Fitriani tersingkir pada babak pertama Thailand Open 2018 setelah kalah 12-21, 9-21 dari pemain Malaysia, Goh Jin Wei, dalam waktu hanya 29 menit.

Baca juga: Thailand Open 2018 - Kemenangan Telak Antarkan Greysia/Apriyani ke Perempat Final

Padahal pada pertemuan sebelumnya, meski kalah, Fitriani setidaknya mampu bersaing ketat dengan Goh Jin Wei hingga laga berakhir rubber game.

"Fitriani agak bermasalah dengan kepercayaan diri dia. Pada 3 bulan belakangan ini, saat Kejuaraan Asia, dia masih main cukup baik. Akan tetapi, setelah itu seperti langsung hilang (performanya)," ujar Susy kepada BolaSport.com, di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (12/7/2018).

"Tentu itu menjadi sebuah PR buat kami karena untuk menemukan performa terbaik dia memang agak sedikit sulit. Apalagi Fitriani itu orangnya memang sedikit tertutup," tutur Susy menambahkan.

Terkait performa minor Fitriani belakangan ini, Susy berharap sang pemain bisa menganalisis penyebab kegagalannya.

Setidaknya, kata Susy, Fitriani wajib memahami kelemahan dan kelebihan pemain yang akan dia hadapi.

"Dia harus tahu, kenapa dia kalah. Harus dia catat untuk bekal dia pada laga selanjutnya," ujar Susy.

Meski demikian, Susy tak sepenuhnya menyalahkan Fitriani.

Ia menyebut bahwa setiap pebulu tangkis memang memiliki progres perkembangan yang berbeda-beda.

Menurut Susy, ada pemain yang mampu meraih prestasi cemerlang saat usianya masih muda, tetapi ada pula sebaliknya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, saat menghadiri konferensi pers Blibli Indonesia Open 2018, di Hotel Fairmont, Jakarta, Seni (14/5/2018).
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, saat menghadiri konferensi pers Blibli Indonesia Open 2018, di Hotel Fairmont, Jakarta, Seni (14/5/2018).
NUGYASA LAKSAMANA/BOLASPORT.COM

"Dulu waktu era saya, ada beberapa pemain yang berkembang cepat, contohnya seperti saya, Mia (Audina), dan Ardy (Bernardus Wiranata). Kami bisa cepat berprestasi saat usia muda," kata Susy.

"Namun, ada juga yang sampai lama, seperti Mas Joko (Supriyanto). Kemudian juga Hendrawan yang baru matang saat umur 27-28 tahun," ucap Susy.

Awalnya, PP PBSI sebenarnya mengharapkan Fitriani bisa menembus peringkat 20 besar dunia pada akhir tahun 2018.

Target serupa juga dibebankan kepada pemain tunggal putri Indonesia lainnya, Gregoria Mariska Tunjung.

Namun kenyataannya, saat ini Fitriani berada di peringkat ke-37 dunia. Sementara itu, Gregoria menempati posisi ke-29.

TOPIK :

Video Pilihan

Komentar