TOPIK TERPOPULER
Manajer Leicester City, Claudio Ranieri, mencium piala Premier League usai memastikan timnya keluar sebagai kampiun musim 2015-2016, Sabtu (7/5/2016) malam WIB.
ADRIAN DENNIS/AFP
Manajer Leicester City, Claudio Ranieri, mencium piala Premier League usai memastikan timnya keluar sebagai kampiun musim 2015-2016, Sabtu (7/5/2016) malam WIB.

6 Tim 'Underdog' Terhebat pada 2016

JUARA.net - Kisah setara dongeng, kejutan, dan kolektivitas tingkat tinggi mewarnai perjalanan tim-tim underdog alias non-unggulan menuju tangga prestasi secara tak terduga.

Berikut ini enam tim underdog yang muncul dan menyita perhatian dunia pada 2016.

1. Leicester City (Premier League)

Skuat Leicester City merayakan trofi Premier League dalam selebrasi di Stadion King Power setelah mengalahkan Everton 3-1, Sabtu (7/5/2016)
Skuat Leicester City merayakan trofi Premier League dalam selebrasi di Stadion King Power setelah mengalahkan Everton 3-1, Sabtu (7/5/2016)
ADRIAN DENNIS/AFP

Merekalah aktor-aktor kunci yang mengacaukan peta kekuatan di Liga Inggris.

Kesuksesan Leicester City menjuarai Premier League 2015-2016 membuktikan raihan prestasi tak melulu soal berlomba-lomba mengucurkan uang terbanyak di bursa pemain.

Leicester meraih gelar Liga Utama yang pertama sepanjang sejarah mereka dengan modal kesolidan seluruh elemen klub.

Prestasi raksasa tersebut muncul hanya semusim setelah Leicester nyaris terdegradasi dan finis di posisi ke-14 EPL 2014-2015.

Dongeng pasukan Claudio Ranieri dibarengi munculnya pemain-pemain di bawah radar menjadi bintang, seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, atau N'Golo Kante.

2. Islandia (Piala Eropa 2016)

Para pemain Islandia merayakan kemenangan atas Inggris di depan suporter mereka usai partai babak 16 besar Piala Eropa di Nice, 27 Juni 2016.
Para pemain Islandia merayakan kemenangan atas Inggris di depan suporter mereka usai partai babak 16 besar Piala Eropa di Nice, 27 Juni 2016.
ALEX LIVESEY/GETTY IMAGES

Islandia adalah pasukan kejutan yang paling hangat dibahas saat ini. Negara Eropa Utara berpopulasi 300-an ribu jiwa ini mengacaukan rumah taruhan dengan melesat ke perempat final Piala Eropa 2016.

Prestasi itu terjadi dalam partisipasi perdana mereka sepanjang sejarah di turnamen besar. Islandia lolos dari grup yang juga diisi Hungaria, Portugal, dan Austria.

Gylfi Sigurdsson cs kemudian menyingkirkan raksasa Eropa, Inggris, di fase 16 besar.

Islandia berhak menggeser status Leicester sebagai tim underdog terbaik tahun ini andai mampu menendang tuan rumah, Prancis, Minggu (3/7/2016), apalagi sampai ke final dan juara!

[video]http://players.brightcove.net/4386485688001/5f5050ba-12eb-4380-b837-257aded67fbc_default/index.html?videoId=5004879425001&preload=none[/video]

3. Crotone (Serie A)

Nama FC Crotone jelas terbilang asing karena mereka baru mencicipi promosi ke kompetisi tertinggi di Italia, Serie A. Prestasi itu diperoleh berkat posisi finis sebagai runner-up Serie B 2015-2016.

Hal spesial dari klub Italia Selatan itu adalah keampuhan skuat dengan mayoritas beranggotakan para pemain terbuang, gratis, pinjaman, atau hasil akademi sendiri.

Materi seadanya diracik menjadi unit superkompak oleh pelatih Ivan Juric, yang kini diangkat sebagai arsitek baru Genoa.

Sebelum naik level ke Serie A, Crotone hanya finis di peringkat ke-16 di Serie B 2014-2015.

4. Plaza Colonia (Uruguay Primera Division)

Kisah dongeng klub underdog menjadi juara bukan cuma terjadi di Inggris.

Pada belahan dunia lain, Plaza Colonia seperti menjungkirbalikkan logika publik Uruguay dengan menjuarai Torneo Clausura atau putaran kedua kompetisi Primera Division 2015-2016.

Gelar itu sangat mengejutkan mengingat Colonia masih tampil di Divisi II pada 19 bulan lalu!

Satu dekade silam, klub asal kota berpenduduk kurang dari 30-an ribu jiwa itu bahkan gagal mendapat izin tampil di liga karena kekurangan dana.

Bermodalkan kombinasi pemain muda dan gaek, Colonia toh mampu juara pada musim debutnya di liga level teratas.

5. Alessandria Calcio (Coppa Italia)

Proses terciptanya gol kedua AC Milan ke gawang Alessandria di semifinal Coppa Italia yang dicetak Alessio Romagnoli (13), 1 Maret 2016.
Proses terciptanya gol kedua AC Milan ke gawang Alessandria di semifinal Coppa Italia yang dicetak Alessio Romagnoli (13), 1 Maret 2016.
MARCO LUZZANI/GETTY IMAGES

Ada satu nama 'asing' pada komposisi semifinal Coppa Italia 2015-2016. Di antara para raksasa seperti Juventus, AC Milan, dan Inter Milan, terselip klub antah-berantah, Alessandria.

Tim berkostum abu-abu itu memang pernah menghirup atmosfer Serie A pada era 1930-an dan 1950-an, tapi kini statusnya cuma peserta Lega Pro atau Divisi III Liga Italia.

Karena itu, mereka seperti mendaki Gunung Everest ketika mampu mencapai semifinal Coppa. Alessandria melewati tujuh lapis fase untuk sampai 4 besar!

Sepanjang sejarah, hanya mereka dan Bari pada 1984 yang menjadi wakil Divisi III peraih tiket semifinal ajang ini.

Dongeng pun harus berakhir di tahap tersebut karena Alessandria disingkirkan Milan, tapi cerita kesuksesan mereka terus bergema.

6. FC Rostov (Russian Premier League)

Klub-klub raksasa nan kaya Rusia seperti Zenit Saint Petersburg, Spartak Moskva, CSKA Moskva, dan Lokomotiv Moskva menerima tamparan keras dari kontestan kejutan di Liga Primer Rusia 2015-2016.

Langkah tim kuat itu diancam oleh FC Rostov, klub tua yang tak pernah sekali pun menjuarai liga. Dalam perjalanannya, pasukan tanpa bintang itu justru lebih sering memuncaki klasemen.

Mereka hanya terpeleset ke posisi runner-up di pekan-pekan terakhir karena disalip CSKA. Sebagai tim peringkat kedua, Rostov berhak tampil di Kualifikasi III Liga Champions 2016-2017.

Padahal, mereka nyaris turun kasta musim lalu karena cuma selamat sebagai pemenang play-off degradasi musim 2014-2015.

[video]http://players.brightcove.net/4386485688001/5f5050ba-12eb-4380-b837-257aded67fbc_default/index.html?videoId=4997601657001&preload=none[/video]

TOPIK :

Komentar