TOPIK TERPOPULER
Para pemain Real Madrid merayakan gelar juara Liga Champions 2016-2017 setelah mengalahkan Juventus di Stadion Millennium, Cardiff, Sabtu (3/6/2017).
MATTHIAS HANGST/GETTY IMAGES
Para pemain Real Madrid merayakan gelar juara Liga Champions 2016-2017 setelah mengalahkan Juventus di Stadion Millennium, Cardiff, Sabtu (3/6/2017).

4 Hal Menarik dari Kemenangan 4-1 Real Madrid atas Juventus di Final Liga Champions

CARDIFF, JUARA.net - Real Madrid mencatatkan sejarah dengan menjadi klub pertama yang sukses mempertahankan gelar Liga Champions. Adapun Juventus termasuk klub paling apes dengan kegagalan juara di lima kali final.

Selain dua fakta di atas, berikut empat hal menarik yang bisa dicatat dalam kemenangan 4-1 Real Madrid atas Juventus pada final Liga Champions 2016-2017 di Cardiff, Sabtu (3/6/2017).

1. Musuh favorit Ronaldo dan rekor 600 gol

Cristiano Ronaldo mencetak dua gol ke gawang Juventus (menit ke-20, 64'), dilengkapi oleh lesakan brilian Casemiro (61') dan gol Marco Asensio (90').

Juventus sempat menyamakan skor melalui tembakan akrobatik Mario Mandzukic (27').

Ronaldo pun meneruskan tradisi membobol musuh favoritnya, Gianluigi Buffon. Dengan tambahan dua gol di Cardiff, CR7 kini sudah tujuh kali menjebol gawang Buffon di berbagai ajang.

Megabintang Portugal berusia 32 tahun itu juga resmi menceploskan 600 gol dalam 855 pertandingan sepanjang karier profesional.

Perincian golnya terbagi untuk Real Madrid (406 gol), Manchester United (118), Sporting CP (5), dan timnas Portugal (71).

2. Peran Zidane sejak trofi ke-9 Liga Champions

Zinedine Zidane punya peran penting dalam lahirnya gelar Liga Champions untuk Real Madrid dari trofi ke-9 sampai ke-12 atau empat titel terakhir.

Pada 2002 sebagai pemain, legenda Prancis itu mencetak gol brilian melalui tembakan voli ke gawang Leverkusen. Madrid menang 2-1.

Di 2014, El Real unggul di final setelah menekuk Atletico 4-1 di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Zidane adalah tangan kanan Ancelotti ketika itu.

Pria berusia 44 tahun tersebut lantas berdiri mandiri di area teknik El Real sebagai pelatih buat gelar 2015-2016 dan 2016-2017.

TOPIK :

Komentar