TOPIK TERPOPULER
Duel pemain Arema Indonesia (biru) dengan pilar Persema 1953 pada laga perdana mereka untuk Grup E Liga 3 Jawa Timur di Stadion Gajayana, Kota Malang, Rabu (10/5/2017) sore.
SUCI RAHAYU/JUARA.NET
Duel pemain Arema Indonesia (biru) dengan pilar Persema 1953 pada laga perdana mereka untuk Grup E Liga 3 Jawa Timur di Stadion Gajayana, Kota Malang, Rabu (10/5/2017) sore.

Liga 3: Regional Jawa Timur Tampil Beda

JUARA.net - Liga 3 putaran provinsi (Asosiasi Provinsi PSSI) sudah resmi bergulir sejak awal April lalu. Rencananya putaran provinsi akan digelar hingga 10 September 2017.

Penulis: Suci Rahayu

Sebanyak enam zona provinsi dari 34 sudah melakukan sepak mula. Zona Jawa Tengah (14 tim) mengawali pemutaran Liga 3 pada 8 April 2017. Zona Bangka Belitung (6 tim) dan Zona DI Yogyakarta (10 tim) menyusul pada 14 serta 26 April 2017.

Pada Mei 2017, ada tiga zona yang memulai laga, yaitu Zona Lampung (20 tim) pada 1 Mei 2017, Zona Jawa Timur (41 tim) pada 3 Mei 2017, dan Zona Kalimantan Timur (15 tim) pada 7 Mei 2017.

Zona Jatim, yang sejauh ini memiliki klub paling banyak, punya cara sendiri menyambut Liga 3. Pekan pertama yang digelar serentak pada Rabu (10/5/2017) telah rampung. Sebanyak 17 pertandingan perdana berlangsung lancar dan semarak.

Sekretaris Asprov PSSI Jatim, Amir Burhannudin, menyebut Liga 3 Zona Jawa Timur termasuk yang berbeda dibandingkan zona lain. Pasalnya, Liga 3 Zona Jatim mendapatkan dukungan dari sponsor salah satu produsen kopi terkemuka.

"Kalau dulu biaya Liga 3 dibebankan kepada klub, subsidi dari PSSI, dan Asprov PSSI Jatim, tahun ini semua biaya ditanggung oleh sponsor sepenuhnya," kata Amir.

"Memang sponsor belum bisa memberi subsidi kepada klub, tapi saya pikir dengan menanggung pembiayaan kompetisi saja sudah sangat membantu klub dan Asprov PSSI Jatim," ujar Amir.

Banyaknya klub yang turut serta membuat Zona Jatim memiliki persaingan paling ketat.

"Tahun ini persebaran pertandingan semakin banyak. Ada 41 tim yang ikut bertanding di Jawa Timur. Kemudian ada juga tim-tim yang sudah punya nama besar, tim turunan dari kasta di atasnya dan mereka punya basis suporter yang besar," tutur Amir.

Kehadiran tim-tim yang dipulihkan PSSI dalam kongres, tim degradasi Divisi Utama 2014, dan tim debutan memang membuat Zona Jatim makin kompetitif.

Tim seperti Arema Indonesia, Persema, Persibo, dan Persewangi tak dimungkiri menjadi daya tarik yang membuat sponsor bersedia merapat.

Meski laga perdana lancar, Asprov PSSI Jatim terus akan melakukan pengawasan dengan mengelar evaluasi setiap pekan. Evaluasi akan fokus kepada perilaku pemain dalam pertandingan.

"Kami akan mengevaluasi setiap hari Jumat. Ada dua hal yang akan kami bahas, yaitu kinerja perangkat pertandingan dan komisi disiplin (komdis)," ucap Amir.

Evaluasi perangkat pertandingan terkait kinerja wasit atau panitia pelaksana. Sementara komdis membahas perilaku pemain di lapangan. Harapannya kompetisi bisa berjalan baik dari awal hingga akhir nanti," katanya.

TOPIK :

Video Pilihan

Komentar