TOPIK TERPOPULER
Tim wheelchair rugby Indonesia merayakan keberhasilan meraih emas dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 kontra Thailand di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
SEPTIAN TAMBUNAN/JUARA.NET
Tim wheelchair rugby Indonesia merayakan keberhasilan meraih emas dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 kontra Thailand di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).

Empaskan Malaysia dan Thailand, Indonesia Raih Emas Rugbi Kursi Roda

JAKARTA, JUARA.net - Kerja sama Bali Sports Foundation dengan TAFISA Games 2016 menghadirkan laga final kompetisi wheelchair rugby (rugbi kursi roda) yang menghibur. Indonesia keluar sebagai juara dalam duel kontra Thailand di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).

Indonesia tampil impresif sepanjang turnamen. Sebelum mencapai pertandingan puncak mereka sukses mengempaskan Thailand (46-37), Singapura (57-23), India (54-13), dan Malaysia (50-41) untuk melaju ke babak semifinal.

Skuat wheelchair rugby Indonesia bersiap menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 kontra Thailand di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
Skuat wheelchair rugby Indonesia bersiap menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 kontra Thailand di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
SEPTIAN TAMBUNAN/JUARA.NET

Dalam babak empat besar, kesempurnaan Indonesia berlanjut dengan kembali mengalahkan Singapura 43-23. Pada partai puncak, Ketut cs berhasil mempertahankan permainan apik untuk mengamankan emas seusai menaklukkan Thailand 61-43!

"Saya sangat bangga sekali bisa mengalahkan tim besar seperti Thailand dan Malaysia," ujar pemain andalan Indonesia, Ketut, kepada JUARA.

Atlet wheelchair rugby Indonesia, Ketut (kanan), mengecoh dua pemain Thailand dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
Atlet wheelchair rugby Indonesia, Ketut (kanan), mengecoh dua pemain Thailand dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
SEPTIAN TAMBUNAN/JUARA.NET

Tim yang sudah berjuang sejak dua tahun lalu ini telah mencicipi beberapa ajang di luar negeri, seperti Asian Para Games di Korea Selatan 2014. Mereka juga sempat mengikuti turnamen di Singapura dan Malaysia pada 2015.

Akan tetapi, baru kali ini wheelchair rugby Indonesia menjadi juara.

Pelatih Roy Saputra pun mengutarakan kunci keberhasilan anak asuhnya.

"Kami berlatih dengan keras dan tidak mau kalah," ujar Roy.

Menurut Roy, olahraga untuk semua orang, tanpa terkecuali atlet disable.

"Semua orang bisa olahraga dan olahraga untuk semua orang," tutur sang juru taktik.

"Olahraga itu untuk menginspirasi orang dan olahraga bisa mengubah hidup semua orang," ucapnya lagi.

Pelatih wheelchair rugby Indonesia, Roy Saputra, bangga dengan performa anak asuhnya dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 kontra Thailand di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
Pelatih wheelchair rugby Indonesia, Roy Saputra, bangga dengan performa anak asuhnya dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 kontra Thailand di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
SEPTIAN TAMBUNAN/JUARA.NET

TOPIK :

Komentar