TOPIK TERPOPULER
Atlet rugbi kursi roda Indonesia, Ketut, bangga seusai mengalahkan Thailand dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
SEPTIAN TAMBUNAN/JUARA.NET
Atlet rugbi kursi roda Indonesia, Ketut, bangga seusai mengalahkan Thailand dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).

Tak Terkalahkan, Atlet Rugbi Kursi Roda Indonesia Beri Pesan untuk Kaum Difabel

JAKARTA, JUARA.net - Atlet rugbi kursi roda Indonesia, Ketut, menuturkan impian dia setelah mengalahkan Thailand 61-43 dalam laga final TAFISA Games 2016 di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).

"Semoga kami bisa menang terus di pertandingan selanjutnya. Mudah-mudahan kami tidak terkalahkan dan bisa bermain di kompetisi dunia," kata Ketut kepada JUARA.

Harapan Ketut telah terwujud sepanjang turnamen. Indonesia sukses mengamankan enam kemenangan berturut-turut.

Tim rugbi kursi roda Indonesia bersiap menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 kontra Thailand di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
Tim rugbi kursi roda Indonesia bersiap menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 kontra Thailand di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
SEPTIAN TAMBUNAN/JUARA.NET

Menurut Ketut, lawan paling berat adalah Malaysia, yang mereka kalahkan dengan skor 50-41. Pelatih Roy Saputra dianggap dia sebagai sosok di balik kemenangan tersebut.

"Saat menghadapi Malaysia kami sempat ketinggalan tiga poin sebelum akhirnya menang 11 poin," ujar pemuda kelahiran 14 Juni 2001 itu.

"Kami kurang bertahan dan belum kompak pada awal laga. Namun, karena bimbingan pelatih, yang selalu mendukung dan mengingatkan teknik-teknik, kami bisa kompak pada babak kedua," tuturnya lagi.

Ketika ditanya tentang penampilan gemilang dia di lapangan, Ketut mengatakan kuncinya adalah "percaya diri dan latihan rutin."

Ketut pun menyampaikan pesan untuk kaum difabel.

Atlet rugbi kursi roda Indonesia, Ketut (kiri), mencetak poin dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 kontra Thailand di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
Atlet rugbi kursi roda Indonesia, Ketut (kiri), mencetak poin dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 kontra Thailand di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
SEPTIAN TAMBUNAN/JUARA.NET

"Kita harus bangkit dan pantang menyerah. Kita bisa buat negara maju," kata Ketut.

"Kita harus semangat jadi anak difabel," ucap dia lagi.

Atlet rugbi kursi roda Indonesia, Ketut (kiri), beraksi dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 kontra Thailand di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
Atlet rugbi kursi roda Indonesia, Ketut (kiri), beraksi dalam pertandingan final TAFISA Games 2016 kontra Thailand di Jakarta Intercultural School, Minggu (9/10/2016).
SEPTIAN TAMBUNAN/JUARA.NET

TOPIK :

Komentar