TOPIK TERPOPULER
Presiden Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA) Sheikh Fahad Al-Ahmed Al Sabah, sedang berbicara dalam OCA Executive Board Meeting ke 69 yang  berlangsung di Hotel Grand Sapporo, Jepang, Minggu (19/2/2017).
KOI
Presiden Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA) Sheikh Fahad Al-Ahmed Al Sabah, sedang berbicara dalam OCA Executive Board Meeting ke 69 yang berlangsung di Hotel Grand Sapporo, Jepang, Minggu (19/2/2017).

OCA Puas dengan Kemajuan Persiapan Indonesia Jelang Asian Games 2018

SAPPORO, JUARA.net - Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA) mengapresiasi Indonesia dalam hal kemajuan persiapan Asian Games 2018.

Kemajuan tersebut dilihat sejak pertemuan Executive Board ke- 68 di Da Nang, Vietnam, September 2016.  

Untuk memantau persiapan, OCA sudah membuka kantor perwakilan di Jakarta, sejak Desember 2016 sehingga memudahkan koordinasi dan asistensi untuk kesiapan Indonesia. 

"Kami memantau persiapan dan kemajuan yang dilakukan Indonesia. Baik secara teknis, maupun non teknis, terutama sejak OCA membuka kantor perwakilan khusus di Jakarta, Desember lalu," kata Presiden OCA Sheikh Fahad Al-Ahmed Al Sabah dalam OCA Executive Board Meeting ke-69 di Hotel Grand Sapporo, Jepang, Minggu (19/2/2017). 

Kegiatan itu berlangsung jelang upacara pembukaan Asian Winter Games 2018 yang berlangsung di Sapporo Dome, di kota pegunungan bagian utara Jepang.

"Saya mendengar hal-hal yang positif. Oleh karena itu, saya mengapresiasi pemerintah Indonesia, INASGOC, dan juga ketua coordination committee atas usaha untuk memperlancar Asian Games 2018," ucap Al Ahmed.

Anggota Dewan Kehormatan OCA, Rita Subowo juga memberi apresiasi positif terhadap perkembangan persiapan Indonesia menjelang Asian Games.

"Saya menilai INASGOC, pemerintah Indonesia, serta pemerintah daerah di kedua kota penyelenggara sangat serius akan tanggung jawab ini. Pertemuan antara kedua pihak digelar setiap pekan dengan mengevaluasi kerja setiap kuartal untuk menilai kemajuan yang dicapai," ucap Rita.

Anggota Dewan Kehormatan OCA, Rita Subowo (tengah) disela-sela OCA Executive Board Meeting ke 69 yang  berlangsung di Hotel Grand Sapporo, Jepang, Minggu (19/2/2017).
Anggota Dewan Kehormatan OCA, Rita Subowo (tengah) disela-sela OCA Executive Board Meeting ke 69 yang berlangsung di Hotel Grand Sapporo, Jepang, Minggu (19/2/2017).
KOI

Ketua Coordination Committee (Corcom) OCA, Tsunekatzu Takeda yang bertanggung jawab dalam mengoordinasi perkembangan kemajuan Indonesia menantikan pelaksanaan Corcom ke-6 yang akan digelar di Palembang, Maret mendatang.

"Coordination Committee di Palembang akan menentukan dan mengukur kemajuan yang sudah dilakukan. Hingga saat ini, saya menilai apa yang dilakukan Indonesia sudah baik," ujar Takeda.

Persiapan Corcom VI

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir mengatakan bahwa peserta executive board meeting puas dengan presentasi yang disampaikan Indonesia.

Tidak hanya soal perkembangan fisik, tetapi juga konsep look for the games yang melibatkan Kementerian BUMN dan marketing the games dengan memanfaatkan dukungan digitalisasi tehnologi.

"Hal ini baru pertama kali dilakukan pada Asian Games sehingga presentasi tadi memuaskan peserta executive board. Pihak OCA sendiri juga puas dengan upaya pemerintah Indonesia agar persiapan Asian Games berjalan maksimal," ucap Erick.

"Takeda juga melaporkan bahwa dia sudah bertemu dengan wakil Menteri Keuangan kita sehingga sudah tidak ada masalah dengan dana karena pemerintah sudah memberikan garansi," tutur Erick.

Ketua KOI Erick Thohir (kedua dari kanan) disela-sela OCA Executive Board Meeting ke 69 yang  berlangsung di Hotel Grand Sapporo, Jepang, Minggu (19/2/2017).
Ketua KOI Erick Thohir (kedua dari kanan) disela-sela OCA Executive Board Meeting ke 69 yang berlangsung di Hotel Grand Sapporo, Jepang, Minggu (19/2/2017).
KOI

Menurut Erick, Corcom ke-6 yang akan berlangsung di Palembang dan Jakarta, 5-6 Maret akan krusial karena pihak OCA akan kembali menanyakan soal cashflow, meskipun pihak OCA sudah bertemu langsung dengan perwakilan pemerintah yang terkait hal itu.

"Soal anggaran Rp 4,1 triliun untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 merupakan angka yang masuk akal sehingga tidak jauh dengan biaya penyelenggaraan ajang serupa lainnya," aku Erick.

Dalam OCA Executive Board Meeting ke-69, delegasi Indonesia yang hadir di Sapporo terdiri dari Gatot S Dewabroto (Wakil Presiden INASGOC), Raja Parlindungan Pane (Deputi I INASGOC/Games Operations), dan Francis Wanandi (Deputi II INASGOC/Games Administration).

Selain itu, ada Harry Warganegara (Plt Sekjen INASGOC), Helen Sarita de Lima (Direktur Marketing INASGOC), dan Adinda Yunita (Wakil Bendahara Umum KOI).

  • Editor: Delia Mustikasari
  • Sumber: KOI
TOPIK :

Video Pilihan

Komentar