TOPIK TERPOPULER
Nurhayati (kanan)
Gonang Susatyo
Nurhayati (kanan)

Preseden Buruk, Atlet Berprestasi Turun Pangkat

Kasus turun pangkat menimpa atlet balap sepeda DI Yogyakarta, Nurhayati. Karena tidak pernah masuk kerja tanpa keterangan sah, pangkat Nurhayati yang bekerja di Balai Pemuda Olah Raga (BPO) DIY diturunkan dari Pengatur Muda, IIa menjadi Id (Juru Tingkat). Ini setara dengan pesuruh. Gaji pokoknya pun diturunkan dari Rp 1.795.900 menjadi Rp1.569.600.

Keputusan itu dinilai sebagai sebuah ironi karena mantan atlet balap sepeda nasional ini harus meninggalkan kedinasan untuk melatih atlet daerah Yogyakarta. Tak hanya itu. Nurhayati pun sudah mengukir prestasi untuk DIY. Dirinya juga merupakan mantan pebalap nasional yang meraih banyak prestasi di level internasional. Hal ini yang disayangkan Ketua KONI DIY, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo.

“Ini sungguh ironi dan bagi kami ini kabar duka. Bagaimana mungkin atlet yang sudah berprestasi untuk DI Yogyakarta malah diturunkan pangkatnya. Apalagi ini hanya karena tidak absen. Padahal, komitmen Nurhayati sebagai atlet dan pelatih sungguh luar biasa meski dia tidak berasal dari Yogyakarta. Dia tidak bisa melakukan absensi di kantor karena harus melatih sejak dinihari sampai sore,” kata Gusti Prabu.

Menurutnya ini menjadi preseden buruk karena atlet diangkat menjadi PNS merupakan bentuk penghargaan karena mereka sudah memberi sumbangsih untuk bangsa dan negara. Kasus yang menimpa Nurhayati pun bisa membuat atlet berpikir ulang untuk menjadi PNS.

Bila sudah menjadi PNS, konsentrasi mereka bisa terbelah karena harus absen di kantornya. Dan, ini bisa saja tak hanya terjadi di DI Yogyakarta tapi juga daerah-daerah lain.

“Saya sangat menyesalkan keputusan ini. Sekarang sudah ada atlet yang prestasinya turun gara-gara harus absen di kantor. Ini sungguh tidak adil. Sepertinya Kepala BPO tidak paham olah raga. Di BPO sendiri saya melihat banyak mantan atlet yang menjadi staf yang lebih banyak main game dan menonton televisi. Sementara, Nurhayati sudah melahirkan banyak atlet untuk DIY,” ungkapnya.

Meski kecewa, namun Nurhayati sesungguhnya sudah pasrah dan menerima keputusan itu. Bahkan dia berniat mengundurkan diri sebagai PNS.

“Ini menjadi kado ulang tahun saya. SK ini ditandatangani pada 1 Februari. Bertepatan dengan ulang tahun saya. Terus terang, saya pasrah dan mempertimbangkan untuk mundur agar bisa konsentrasi melatih. Dengan program latihan yang ada, jangankan ke kantor, untuk mengelola toko sepeda saya sudah tak bisa. Saya sudah melampirkan program pelatih kepada pimpinan tapi tak pernah ada tanggapan,” jelas Nurhayati.

Hanya, rencana Nurhayati untuk mundur ditolak Gusti Prabu. Menurutnya pengangkatan menjadi PNS merupakan penghargaan yang diberikan pemerintah daerah kepada atlet berprestasi.

“Saat ini, pemerintah memberi kesempatan kepada atlet untuk menjadi PNS. Ini adalah bentuk penghargaan untuk atlet. Saya akan meminta Kepala BPO untuk diganti oleh sosok yang memahami posisi atlet dan pelatih. Saya juga tak ingin apa yang dialami Nurhayati dialami atlet di daerah lain hanya karena kantor tempat mereka bekerja tak memahami atlet,” tandasnya.

(Gonang Susatyo)

  • Editor: Ade Jayadireja
  • Sumber:
TOPIK :

Video Pilihan

Komentar