Djarum Superliga Badminton 2019 - Perpisahan Manis Hanna Ramadini

By Delia Mustikasari - Sabtu, 23 Februari 2019 | 21:28 WIB
Pebulu tangkis tunggal putri, Hanna Ramadini bereaksi setelah memastikan diri sebagai penentu kemenangan Mutiara Cardinal pada Djarum Superliga Badminton 2019 yang berlangsung di GOR Sabuga, Bandung, Sabtu (23/2/2019).
BADMINTON INDONESIA
Pebulu tangkis tunggal putri, Hanna Ramadini bereaksi setelah memastikan diri sebagai penentu kemenangan Mutiara Cardinal pada Djarum Superliga Badminton 2019 yang berlangsung di GOR Sabuga, Bandung, Sabtu (23/2/2019).

JUARA.NET - Pebulu tangkis tunggal putri, Hanna Ramadini menjadi penentu kemenangan Mutiara Cardinal Bandung pada Djarum Superliga Badminton 2019.

Tampil pada partai ketiga, Hanna menang atas Sri Fatmawati dengan skor 15-21, 21-16, 21-14 pada laga final yang berlangsung di GOR Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Sabtu (23/2/2019).

"Pertama saya ucapkan puji syukur. Ini rezeki saya dan tim karena sebelummya saya sempat nervous sehingga tertinggal pada gim pertama. Tetapi, saya berpikir untuk tidak mau kalah. Yang penting, saya berjuang semampu saya," kata Hanna dalam konferensi pers yang dihadiri JUARA.

 

Bagi Hanna, ini merupakan kebersamaan terakhirnya dengan Mutiara sebagai pemain. Selanjutnya, Hanna akan melanjutkan karier sebagai pelatih.

"Pada pertandingan kali ini saya ingin adik-adik di Mutiara melihat perjuangan saya saat bertanding. Mereka sudah datang mendukung kami dengan membawa alat musik hingga suasana menjadi ramai," ucap Hanna.

Baca Juga : Djarum Superliga Badminton 2019 - Mutiara Cardinal Pertahankan Gelar

"Saya terharu dengan semangat mereka. Gelar ini juga menjadi kado manis untuk ulang tahun saya karena dua tahun lagi saya belum tentu bermain di Mutiara," ujar perempuan berusia 25 tahun tersebut.

Hanna berharap dua tahun lagi ada tunggal putri generasi penerus yang bisa diandalkan pada superliga berikutnya.

"Hanna memberi pengujung yang manis untuk Mutiara. . Kami tidak memiliki materi pemain seperti dua tahun lalu karena ada beberapa pemain yang mundur. Tetapi, kami bisa membuktikan bahwa apa pun bisa terjadi," kata Manajer tim Mutiara, Umar Djaidi.



YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X